VIVA – Amerika Serikat (AS) terus berpolemik mengenai alasan di balik serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026. Dalam serangan gabungan itu, menewaskan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan beberapa pejabat senior Iran.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada hari Senin, mengatakan AS menyerang Iran hanya setelah mengetahui bahwa sekutunya, Israel, akan menyerang dan khawatir Teheran akan membalas terhadap pasukan AS.
"Kami tahu bahwa akan ada aksi Israel. Kami tahu bahwa itu akan memicu serangan terhadap pasukan Amerika, dan kami tahu bahwa jika kami tidak menyerang mereka terlebih dahulu sebelum mereka melancarkan serangan tersebut, kami akan menderita korban jiwa yang lebih tinggi," kata Rubio kepada wartawan.
Rubio, yang sedang bersiap untuk memberi pengarahan kepada para anggota parlemen AS, mengatakan bahwa Iran telah memberi tahu komandan lapangan untuk merespons secara otomatis terhadap pasukan AS jika terjadi serangan.
"Jika kita hanya berdiri dan menunggu serangan itu terjadi terlebih dahulu sebelum kita menyerang mereka, kita akan menderita korban jiwa yang jauh lebih tinggi. Dan karena itu presiden membuat keputusan yang sangat bijaksana" untuk menyerang bersama Israel," ujar Rubio
Ditanya apakah Amerika Serikat menghadapi ancaman langsung dari Iran sehingga merasa perlu menyerang Iran -- ambang batas utama di Amerika Serikat karena Kongres secara konstitusional memiliki kekuasaan untuk menyatakan perang - Rubio sekali lagi menunjuk pada rencana Israel.
"Ancaman yang nyata memang ada, dan ancaman nyata itu adalah kita tahu bahwa jika Iran diserang - dan kita yakin mereka akan diserang - mereka akan segera menyerang kita," kata Rubio.
"Kita tidak akan tinggal diam dan menerima pukulan itu," kata Rubio, menambahkan bahwa jika Iran menyerang pasukan AS terlebih dahulu, "kita semua akan berada di sini menjawab pertanyaan tentang mengapa kita tahu itu dan tidak bertindak."
Mark Warner, wakil ketua komite intelijen vSenat dari Partai Demokrat, mengatakan ia khawatir akan implikasi dari tindakan AS yang membiarkan Israel memaksa AS terlibat dalam perang baru.




