Perkuat Hilirisasi Industri Kimia, Danantara dan INA Kucurkan USD 200 Juta untuk Pabrik CA-EDC

medcom.id
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Upaya memperkuat industri bahan baku dalam negeri kembali mendapat dorongan. 
Danantara Indonesia bersama Indonesia Investment Authority (INA) resmi meneken Conditional Share Subscription Agreement (CSSA) untuk berinvestasi dalam proyek Chlor Alkali – Ethylene Dichloride (CA-EDC) yang dikembangkan oleh Chandra Asri Group.
 
Baca juga: Dari Energi Bersih hingga AI, Investor Global dari AS Siap Masuk Indonesia

Penandatanganan ini merupakan kelanjutan dari nota kesepahaman yang sebelumnya disepakati antara Danantara, INA, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk. Melalui kesepakatan tersebut, Danantara dan INA bertindak sebagai investor strategis yang mendukung penguatan kapasitas produksi bahan kimia dasar di Indonesia.
 
Perjanjian ini menandai masuknya komitmen pendanaan untuk pembangunan fasilitas CA-EDC di Cilegon, Banten. Proyek dengan nilai investasi sekitar USD 800 juta ini masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN), dengan fokus pada produksi bahan baku penting bagi sektor industri hulu dan hilir.
 
Dalam struktur pembiayaan yang disepakati, Danantara dan INA akan menanamkan modal gabungan sebesar USD 200 juta. Dana tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan fasilitas industri yang dikelola oleh PT Chandra Asri Alkali, entitas anak usaha Chandra Asri Group. Pabrik ini ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.

Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa partisipasi ini merupakan langkah konkret memperkuat sektor industri bernilai tambah tinggi. 
Menurutnya, investasi tersebut tidak hanya bertujuan menekan ketergantungan impor, tetapi juga mempercepat agenda hilirisasi sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
 
“Kolaborasi ini tidak hanya sebagai respon terhadap tantangan ketergantungan impor, tetapi juga sebagai langkah nyata untuk mempercepat hilirisasi, kunci penggerak ekonomi Indonesia.” jelas dia. 
 
Senada dengan itu, Pengganti Sementara Ketua Dewan Direktur INA, Eddy Porwanto, menyebut investasi ini sejalan dengan mandat INA untuk menempatkan modal pada sektor prioritas nasional. 
 
“Investasi ini mencerminkan mandat investasi jangka panjang INA untuk menggerakkan modal pada sektor-sektor yang menjadi prioritas nasional," tegas dia. 
 
Kolaborasi dengan pelaku industri petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia tersebut diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan daya saing industri bahan baku domestik secara berkelanjutan. Substitusi Impor dan Potensi Ekspor Proyek CA-EDC dirancang untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan kimia strategis. Caustic Soda, misalnya, banyak digunakan dalam industri sabun dan deterjen, pengolahan alumina, serta produksi kertas. Sementara Ethylene Dichloride (EDC) menjadi bahan baku utama dalam industri konstruksi dan pengemasan.
 
Pada tahap awal, fasilitas ini akan memiliki kapasitas produksi sekitar 400.000 ton Caustic Soda kering per tahun dan 500.000 ton EDC per tahun. Kehadiran kapasitas domestik tersebut diharapkan mampu memperkuat pasokan dalam negeri sekaligus membuka peluang ekspor, sehingga memberi kontribusi tambahan terhadap devisa negara.
 
Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, menyampaikan apresiasinya atas masuknya Danantara dan INA sebagai mitra strategis. Ia menilai dukungan tersebut mencerminkan kepercayaan terhadap kemampuan perusahaan dalam membangun dan mengoperasikan fasilitas petrokimia berskala besar.
 
“Kami berharap proyek CA-EDC ini dapat secara signifikan mengurangi ketergantungan impor bahan kimia strategis, memperkuat ketahanan rantai pasok nasional serta mendukung hilirisasi,” tegas dia.  
 
Selain dampak industri, proyek ini juga diproyeksikan menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja selama masa konstruksi dan sekitar 250 pekerja saat operasional penuh. Dampak ekonomi diharapkan terasa langsung bagi masyarakat Cilegon dan wilayah sekitarnya. Perkuat Rantai Pasok Nasional Dengan teknologi dan standar keselamatan industri yang tinggi, fasilitas CA-EDC ini dirancang untuk menjamin efisiensi produksi dan keandalan pasokan, sekaligus mematuhi prinsip keberlanjutan.
 
Sinergi antara pengelola investasi negara dan perusahaan petrokimia nasional ini menjadi bagian dari strategi memperkokoh rantai pasok domestik. Lebih jauh, kolaborasi tersebut juga diposisikan sebagai langkah untuk mempercepat industrialisasi yang berkelanjutan dan memperkuat daya saing Indonesia di pasar global.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Batu Bara & Gas Melejit Usai LNG Qatar Lumpuh Akibat Perang Israel-Iran
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Singgung Piagam PBB, Dubes Iran Tegaskan Hak Serang Balik Basis Militer AS
• 19 jam lalurctiplus.com
thumb
Iran Mundur, Timnas Indonesia Bisa Gantikan Team Melli di Piala Dunia 2026?
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Ayah Ideologis Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Perkenalkan Dunia Ilmu Filsafat Sejak SMP
• 18 jam laludisway.id
thumb
KSOP Kelas I Banten Siapkan 81 Kapal Roro Layani Arus Mudik Lebaran
• 22 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.