TANGERANG, KOMPAS.com - Hermawan (25), warga Kota Tangerang, tak langsung berpikir lama ketika mengetahui pendaftaran program mudik motor gratis (Motis) Lebaran 2026 telah dibuka.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, ia kembali mendaftarkan diri untuk membawa motornya pulang ke Yogyakarta, tepatnya di Gunung Kidul.
Bagi Hermawan, mengikuti program Motis sudah menjadi bagian dari rencana mudiknya setiap tahun. Tahun ini menjadi kali keempat ia mengikuti program tersebut.
Baca juga: Pemkot Jaksel Tak Bisa Langsung Bongkar Lapangan Padel Tak Berizin di Cilandak
"Sudah empat tahun sih saya ikutin programnya. Ketagihan, karena siapa sih yang enggak pengen?" ujar Hermawan saat ditemui di Posko Motis Stasiun Tangerang, Selasa (3/3/2026).
Ia berencana pulang kampung ke Gunung Kidul saat Lebaran. Meski jaraknya masih dalam satu Pulau Jawa, Hermawan memilih tidak mengendarai motornya langsung dari Tangerang.
Ia lebih memilih duduk nyaman di kereta api, sementara motornya diangkut menggunakan layanan Motis.
“Motis itu kita tinggal duduk tenang di kereta, motor kita ikut juga. Jadi enggak capek di jalan,” jelas dia.
Menurut Hermawan, membawa motor ke kampung halaman memberikan keuntungan tersendiri.
Selama berada di Yogyakarta, ia tetap memiliki kendaraan pribadi untuk berpergian ke suatu tempat.
“Kalau naik kereta biasa kan enggak bawa motor. Di kampung bingung mau ke mana-mana. Jadi lebih enak kalau motor ikut,” kata dia.
Baca juga: Bangunkan Warga Sahur, 2 Kelompok Pemuda di Cengkareng Tawuran Pakai Kembang Api
Adapun motor yang ia daftarkan dalam program ini berkapasitas 155 cc, masih sesuai ketentuan maksimal 200 cc. Untuk mendaftar, ia menyiapkan KTP, SIM, STNK yang pajaknya masih aktif, serta kartu keluarga.
“Enggak ada kendala, tadi langsung diproses,” ucap dia.
Sebelum dikirim, bensin motor harus dikosongkan, bagasi dibersihkan, dan spion dilepas demi keamanan selama pengangkutan.
Setibanya di lokasi tujuan, petugas akan memasang kembali komponen yang dilepas.