Menlu Iran Abbas Aragchi mengunggah sebuah foto yang memperlihatkan penggalian liang kubur bagi ratusan siswi SD di Minab yang tewas akibat gempuran AS-Israel pada Sabtu, 28 Februari 2026.
"Ini adalah liang lahat yang sedang digali untuk lebih dari 160 anak perempuan tak berdosa yang tewas dalam pemboman AS-Israel terhadap sebuah sekolah dasar. Tubuh mereka hancur berkeping-keping,” ujar Aragchi di akun medsosnya, Selasa (3/3).
Aragchi juga mencemooh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang sering beretorika bahwa upayanya selama ini bertujuan "menyelamatkan" atau "membebaskan" rakyat Iran.
"Beginilah rupa "penyelamatan" yang dijanjikan oleh Tuan Trump dalam realitasnya,” sindir Agarchi.
"Dari Gaza hingga Minab, orang-orang tak berdosa dibantai dengan darah dingin,” kecamnya.
Serangan di Jam Pertama SekolahSerangan udara presisi AS-Israel menghantam sekolah dasar khusus perempuan di Minab pada jam pelajaran pertama. Lebih 160 siswi tewas seketika dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.
Minab terletak di Provinsi Hormozgan, di wilayah selatan Iran, dekat dengan Selat Hormuz.
UNESCO mengecam serangan ini dengan menyebutnya sebagai pelanggaran berat terhadap hak anak dan menuntut penghentian segera serangan terhadap warga sipil.
UNICEF juga merilis kecaman. Mereka mengatakan, sekolah adalah safe havens (tempat perlindungan aman) dan pemboman terhadap SD di Minab tersebut merupakan kemunduran besar bagi upaya pendidikan global.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengatakan pasukan AS tidak sengaja menargetkan serangannya ke sekolah di Minab itu. Sedangkan Israel justru menuduh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai pihak yang menargetkan sekolah tersebut.





