Jakarta: Cap Go Meh selama ini identik dengan lampion dan barongsai. Namun di Indonesia, ada satu unsur yang tak kalah penting dalam perayaan ini: kuliner khas yang menjadi simbol akulturasi budaya.
Menu Khas Cap Go MehSalah satu yang paling terkenal adalah Lontong Cap Go Meh. Meski namanya terdengar Tionghoa, hidangan ini justru berkembang di Pulau Jawa sebagai hasil perpaduan budaya Tionghoa dan Nusantara.
Menu ini biasanya terdiri dari:
- Opor ayam
- Sayur labu siam bersantan
- Telur pindang
- Sambal goreng ati
- Bubuk kedelai sangrai
- Lontong sebagai pengganti nasi
Baca Juga :
5 Tradisi Cap Go Meh di Indonesia yang Tak Pernah Ada di China
Perpaduan rasa gurih dan rempah khas Indonesia menjadikan hidangan ini berbeda dari sajian Cap Go Meh di China. Santan yang kaya rasa sering dimaknai sebagai simbol rezeki yang melimpah, sementara lauk yang beragam mencerminkan harapan akan kehidupan yang harmonis dan penuh keberuntungan.
Selain lontong, ada pula makanan lain yang identik dengan perayaan ini:
- Pangsit: Bentuknya menyerupai kantong emas kuno, dipercaya sebagai simbol kekayaan.
- Jeruk mandarin: Warna oranye keemasan melambangkan hoki dan kemakmuran.
- Kue keranjang (nian gao): Teksturnya lengket dan rasanya manis, menjadi simbol hubungan keluarga yang erat dan peningkatan kesejahteraan dari tahun ke tahun.
- Mi panjang umur: Melambangkan doa untuk kesehatan dan usia yang panjang.
Di sejumlah kota seperti Singkawang dan Pontianak, perayaan Cap Go Meh juga dimeriahkan dengan bazar makanan khas Tionghoa seperti bakmi, bakpao, dan aneka hidangan laut yang menarik wisatawan.
Kuliner Cap Go Meh di Indonesia bukan sekadar soal rasa. Ia menjadi bukti bahwa budaya dapat berbaur dan melahirkan tradisi baru tanpa kehilangan makna aslinya.
Lewat makanan, perayaan tidak hanya dirayakan tetapi juga diwariskan dan dinikmati lintas generasi.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Calista Vanis)




