Grid.ID - Seorang korban TPPO pengantin pesanan di China minta bantuan ke Dedi Mulyadi. Sang gubernur memberikan respons ini.
Belum lama ini, video seorang perempuan asal Kabupaten Cirebon, Jawa Barat yang mengaku menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) viral di sosial media. Modusnya adalah menjadi pengantin pesanan di China.
Perempuan tersebut tampak meminta bantuan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ia berharap agar bisa segera pulang ke Indonesia.
"Saya memohon dengan sangat kepada Gubernur Jawa Barat Pak Dedi mulyadi, tolong bantu saya agar bisa kembali ke tanah air. Saya ingin kembali ke rumah, tolong bantu saya, Pak," ucap perempuan dalam video yang diketahui bernama Vina, dikutip dari Kompas.com.
Mengaku Alami Kekerasan hingga Dokumen Ditahan
Pada keterangannya, Vina mengaku telah menjadi korban pengantin pesanan yang diduga dilakukan oleh sesama warga negara Indonesia. Ia menyebut bahwa sejumlah dokumen penting miliknya telah ditahan.
Video pengakuannya itu pun mendapat perhatian langsung dari Dedi Mulyadi. Vina mengaku sempat melakukan video call dengan sang gubernur pada Sabtu (28/2/2026).
"Pak Gubernur sempat memarahi saya, kenapa mau menikah dengan orang yang belum sangat dikenal.
Saya memahami dan memang saya salah. Selain itu, Pak Gubernur juga meminta banyak informasi dari saya," jelas Vina.
Kuasa hukum keluarga Vina, Asep Maulana Hasanudin dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Garuda Sakti mengatakan bahwa pihak keluarga telah berupaya mengadukan kasus ke Kementerian Luar Negeri. Namun menurut Asep, terdapat kendala karena pernikahan Vina dengan pria asal China tersebut sudah terbit secara hukum.
“Kendalanya karena buku nikah sudah terlanjur terbit sehingga dianggap sah secara hukum di sana. Tapi kami yakin pemerintah dapat membantu Vina agar dapat kembali pulang,” kata Asep.
Lebih lanjut, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Barat melakukan penelusuran terhadap kasus tersebut. Saat ini pihaknya sedang memastikan kondisi korban.
"Pemprov Jabar berkomitmen memberikan perlindungan kepada warga, khususnya perempuan dan anak yang diduga menjadi korban kekerasan atau tindak pidana perdagangan orang," ujar Kepala DP3AKB Jawa Barat, Siska Gerfianti, dikutip dari Tribun Video.
Kabar mengenai seorang korban TPPO pengantin pesanan di China minta bantuan ke Dedi Mulyadi kini menjadi perhatian publik. Sang gubernur memberikan respons agar lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya dengan orang asing. (*)
Artikel Asli



