MALANG, KOMPAS — Dampak perang Israel-Amerika Serikat dengan Iran berpotensi mengganggu berbagai kegiatan di Tanah Air, termasuk mudik Lebaran 2026. Kenaikan harga minyak dunia akan berpengaruh terhadap harga bahan bakar domestik dan berpotensi meningkatkan biaya operasional transportasi umum dan pribadi.
Pengamat transportasi sekaligus anggota Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia, Djoko Setijowarno, Selasa (3/3/2026), berpendapat, lonjakan penggunaan kendaraan pasti terjadi saat mudik Idul Fitri. Meski demikian, pada tahun ini pemudik diperkirakan tidak seramai tahun-tahun sebelumnya karena kondisi ekonomi yang tengah lesu.
Menurut dia, peningkatan jumlah kendaraan, baik mobil pribadi, sepeda motor, maupun angkutan umum, secara otomatis akan menyedot bahan bakar minyak (BBM) lebih banyak ketimbang hari biasa. ”Sangat mungkin bahwa perang yang berimbas pada ketersediaan bahan bakar akan membayangi aktivitas mudik,” ujarnya melalui sambungan telepon.
Berdasarkan laman Kemenhub.go.id, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi pergerakan masyarakat selama angkutan Lebaran 2026 mencapai 143,91 juta orang (50,6 persen penduduk). Pergerakan terbesar pemudik berasal dari Jawa Barat dengan 30,97 juta orang, Jakarta 19,93 juta orang, dan Jawa Timur 17,12 juta orang. Sementara dari sisi tujuan, terbanyak mengarah ke Jawa Tengah 38,71 juta orang, Jatim 27,29 juta orang, dan Jabar 25,09 juta orang.
Kemenhub juga telah mempersiapkan sarana dan prasarana transportasi pendukung, antara lain 31.000 bus dengan kapasitas 1,25 juta penumpang, transportasi laut sebanyak 829 unit kapal berkapasitas 3,26 juta orang, penyeberangan sebanyak 255 kapal berkapasitas 6,15 juta orang, dan 770.000 kendaraan. Selain itu, 392 unit pesawat (serviceable) dan 3.821 unit sarana kereta api.
Sebagai antisipasi, menurut Djoko, program mudik gratis perlu diperbanyak, khususnya untuk bus. Adapun sepeda motor sebisa mungkin dikurangi atau ditiadakan karena moda transportasi ini sifatnya tidak terlalu signifikan mengurangi jumlah pemudik, kurang dari 1 persen.
”Kita ini pemborosan bahan bakarnya luar biasa. Ketika ada program angkutan umum, tampaknya pemimpin kita mengesampingkan. Kalau sudah seperti ini, alternatifnya seperti apa jika tidak ada angkutan umum, sementara BBM kita suatu saat terbatas,” katanya.
Djoko mencontohkan, berdasarkan data tahun 2012, sebanyak 93 persen BBM habis untuk kendaraan pribadi dengan komposisi 43 persen sepeda motor dan 53 persen mobil. Sementara untuk truk 4 persen dan angkutan umum 3 persen.
”Sekarang persentase angkutan umum berkurang. Kita baru sadar pentingnya angkutan umum. Kalau BBM berkurang, naik harganya, maka mobilitas pasti terganggu,” katanya.
Ketersediaan BBM, menurut dia, menjadi salah satu hal krusial yang dihadapi aktivitas mudik selain unsur keselamatan karena mayoritas masyarakat menggunakan kendaraan pribadi. Pemerintah sendiri, per 1 Maret 2026, telah menaikkan harga BBM nonsubsidi di semua stasiun pengisian bahan bakar umum.
Seperti diberitakan sebelumnya, penutupan Selat Hormuz berisiko mengguncang ekonomi global dan merambat ke Indonesia. Jalur yang mengangkut sekitar 26 persen perdagangan minyak mentah dunia itu menjadi krusial bagi pasokan energi dunia.
Harga minyak di pasar Asia pada pembukaan perdagangan Brent, London, Senin (2/3/2026), naik menjadi 80 dolar AS per barel dari harga penutupan 72,87 dolar AS per barel dalam perdagangan Jumat (27/2/2026). Terjadi kenaikan harga 13 persen.
Sejak serangan Israel yang didukung AS ke Iran pada Sabtu (28/2/2026), harga minyak terus merangkak naik. Pada awal pekan lalu, minyak mentah Brent masih dijual 71,24 dolar AS per barel.
Sementara West Texas Intermediate, minyak mentah ringan yang diproduksi di AS, dijual sekitar 72 dolar AS per barel pada Senin pagi. Harga ini, menurut data dari grup CME, naik sekitar 7,3 persen dari harga perdagangan pada Jumat, yakni 67 dolar AS per barel.
Direktur Bagian Timur Tengah dan OPEC pada lembaga analis Kpler, Amena Bakr, memperkirakan harga minyak bisa terus naik hingga 99 dolar AS per barel (Kompas.id, 2/3/2026).





