EtIndonesia. Perang di Timur Tengah secara resmi meluas ke Lebanon. Kelompok Hezbollah yang didukung Iran, pada 1 Maret, menembakkan rudal dan drone ke Israel. Tak lama kemudian, Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke wilayah pinggiran selatan Beirut yang berada di bawah kendali Hezbollah.
Kantor berita Reuters mengutip kesaksian para saksi mata yang menyebutkan bahwa lebih dari sepuluh ledakan mengguncang Beirut. Ini merupakan gelombang serangan paling intens ke wilayah selatan Dahiyeh sejak perang antara Israel dan Hezbollah pada tahun 2024.
Selain Beirut, wilayah serangan udara Israel juga meluas ke Lebanon selatan dan timur, termasuk Lembah Bekaa.
Ini merupakan pertama kalinya Hezbollah menyerang Israel sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer besar terhadap Iran pada 28 Februari.
Militer Israel kemudian menyatakan akan mengambil tindakan atas keputusan Hezbollah yang terlibat langsung dalam konflik. Israel telah mulai menyerang target-target Hezbollah di berbagai wilayah Lebanon, dan menegaskan bahwa Hezbollah harus bertanggung jawab atas eskalasi situasi.
Pasukan Pertahanan Israel menegaskan bahwa mereka tidak akan pernah membiarkan organisasi tersebut mengancam keamanan nasional Israel.
Selama bertahun-tahun, Hezbollah dikenal sebagai sekutu regional terpenting Iran. Israel dan Lebanon pernah mencapai perjanjian gencatan senjata pada tahun 2024 melalui mediasi Amerika Serikat. Saat itu, Hezbollah mengalami kerugian besar akibat serangan Israel, dan sejak itu kedua pihak saling menuduh melanggar kesepakatan tersebut.
Istana Kepresidenan Lebanon sebelumnya menyatakan bahwa Duta Besar Amerika Serikat telah memberitahu pihak Lebanon pada 28 Januari lalu, bahwa selama tidak ada aksi permusuhan, Israel tidak akan meningkatkan konflik.
Editor penanggung jawab: Cheng Yiren)





