RSUD Cempaka Putih Raih Predikat Menuju Informatif dalam Hasil E-Monev 2025

pantau.com
7 jam lalu
Cover Berita

Pantau - RSUD Cempaka Putih meraih predikat Menuju Informatif dengan nilai 86,1 dalam hasil rekomendasi E-Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025 yang dirilis Komisi Informasi DKI Jakarta.

Capaian tersebut diumumkan dalam rangkaian evaluasi keterbukaan informasi badan publik tahun 2025 yang menilai komitmen pelayanan informasi kepada masyarakat.

Ketua Bidang Penyelesaian Sengketa Informasi KI DKI Jakarta Agus Wijayanto Nugroho menyatakan capaian itu menunjukkan komitmen awal badan publik dalam memenuhi hak masyarakat atas informasi.

Ia mengatakan, "Secara substansi, sudah informatif, tetapi layanan informasinya belum sepenuhnya optimal. Tinggal beberapa poin lagi yang harus ditindaklanjuti agar benar-benar informatif,", ungkapnya.

Zona Informatif dan Pendampingan KI DKI

Agus menjelaskan salah satu tindak lanjut bagi badan publik berpredikat informatif adalah pemasangan plang Zona Informatif yang berlaku selama satu tahun.

Zona Informatif berfungsi sebagai sarana kontrol publik untuk memastikan komitmen keterbukaan informasi dijalankan secara nyata dan berkelanjutan.

Ia mengatakan, "Zona informatif ini menjadi penanda sekaligus pengingat bahwa keterbukaan informasi harus tampak secara fisik dan dirasakan langsung oleh masyarakat,", tegasnya.

KI DKI Jakarta juga membuka ruang pendampingan melalui program coaching clinic untuk mengoptimalkan pengelolaan informasi publik.

Agus mengatakan, "Coaching clinic kami jadwalkan setelah Idulf Ftri, sekitar April 2026. Bisa diikuti langsung ke KI atau melalui Zoom. Tidak ada pembiayaan khusus, prinsipnya kami menyediakan waktu dan ruang komunikasi yang fokus,", jelasnya.

Catatan Evaluasi dan Persiapan E-Monev 2026

Agus mengungkapkan tiga catatan utama hasil rekomendasi E-Monev 2025, yakni peningkatan kualitas pelayanan informasi publik, perbaikan jawaban dokumen oleh Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi termasuk DIPA atau RKA, serta pengumuman tata cara layanan informasi berbasis digital.

Ia juga menyoroti tahapan masa sanggah dalam E-Monev yang dinilai masih kurang mendapat perhatian dari badan publik.

Agus menegaskan, "Masa sanggah bukan untuk memperbaiki nilai, melainkan untuk validasi. Di situ, KI memastikan apakah data dukung yang disampaikan badan publik sudah sesuai atau belum,", ujarnya.

Hasil E-Monev 2025 disebut sebagai potret wajah keterbukaan informasi publik di DKI Jakarta.

Menjelang E-Monev 2026, KI DKI Jakarta akan menggelar kick off meeting untuk melihat pengelolaan informasi publik sepanjang 2025.

Direktur RSUD Cempaka Putih Aris Nurzamzami menyampaikan apresiasi atas kunjungan tim E-Monev dan hasil yang diraih institusinya.

Ia mengatakan, "Momentum Ramadhan ini menjadi kesempatan evaluasi dan pembelajaran bagi kami. Seluruh catatan dari KI DKI Jakarta kami jadikan dasar perbaikan ke depan,", ungkapnya.

Aris berharap pendampingan melalui coaching clinic dapat memperkuat tata kelola informasi publik di RSUD Cempaka Putih, khususnya dalam mendukung hak pasien dan masyarakat terhadap akses informasi layanan kesehatan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
49 Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika UNM Sukses Raih Sertifikasi Kompetensi Internasional dari Google
• 23 jam laluharianfajar
thumb
KemenPPPA Perkuat Sinergi dengan Organisasi Agama untuk Lindungi Perempuan dan Anak
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Takjil Jadi Ritual Ramadan Anak Muda, Ini Fakta Menariknya
• 7 jam lalumedcom.id
thumb
Dubes Iran Soal Presiden Prabowo Siap Jadi Mediator dengan AS: Kami Sambut Baik..
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Teheran Kembali Diguncang Ledakan Seiring Serangan Terbaru Israel
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.