Saksi Bisu Kasus Perburuan Gajah di Riau: Gading hingga Sisik Trenggiling

detik.com
2 jam lalu
Cover Berita
Pekanbaru -

Kepolisian Daerah (Polda) Riau mengungkap kasus perburuan gajah Sumatera di areal konsesi PT RAPP Distrik Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan. Dalam operasi ini, polisi menyita sejumlah barang bukti.

Barang bukti yang menjadi saksi bisu pembunuhan gajah tanpa kepala ini digelar dalam konferensi pers di Mapolda Riau yang dihadiri oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Edizon Isir, Plt Gubernur Riau SF Haryanto, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, Penyidik Tindak Pidana Utama Tk I Bareskrim Polri Irjen M Zulkarnain, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, Kajati Riau Sutikno, Anggota Komisi III DPR RI M Rahul, Kepala Balai Konservsi Sumber Daya Alam (BKSDA) Suparyanto.

Selain itu, hadir pula Wakapolda Riau Brigjen Hengki Haryadi, Dirkrimsus Polda Riau Kombes Ade Kuncowo Wahyu, Dirkrimum Polda Riau Kombes Hasyim Risahondua, Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, Wali Kota Pekanbaru Agung Haryanto, Ketua Umum MKA Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Datuk Seri Raja Marjohan Yusuf, selebritis sekaligus pemerhati gajah Davina Veronica Hariadi, dan aktivis pemerhati gajah Rakel Yosi.

Baca juga: Polda Riau Tangkap Sindikat Pembunuh Gajah Tanpa Kepala

Pantauan detikcom di Polda Riau, Selasa (3/3/2026), barang bukti tersebut digelar di atas meja. Di antaranya barang bukti untuk membunuh gajah seperti 2 pucuk senjata api rakitan, 798 butir amunisi berbagai kaliber, 6 selongsong peluru kaliber 5,56 mm, gergaji besi, selongsong mortar, 3 popor senjata api laras Panjang, 10 magazen, 4 peredam senjata api, 3 teleskop beserta dudukan, 2 laser senjata api, 3 laras senjata api, grendel senjata api.

Barang bukti kasus pembunuhan gajah di Pelalawan digelar di Polda Riau, Selasa (3/3/2026). (Foto: Mei Amelia/detikcom)

Selain itu, disita pula 2 botol minyak pembersih senjata, 2 jaket berburu, dokumen pengiriman (AWB dan consignment note), termasuk alat transportasi berupa 2 unit sepeda motor merk Kanzen dan 1 unit mobil Mitsubishi Triton BM-888-TAN untuk mengangkut gading gajah.

Barang bukti penting lainnya adalah tengkorak gajah, gading gajah yang sudah dijadikan pipa rokok sebanyak 63 buah. Selain barang bukti yang berkaitan dengan perburuan gajah, polisi juga menyita 140 kilogram sisik trenggiling, 4 bungkus plastik berisi kuku harimau, dan 12 taring harimau.

Baca juga: Terkuak Perambahan Hutan di Tesso Nilo Usai Anak Gajah Mati Terjerat

15 Tersangka Ditangkap

Polda Riau menangkap pelaku pembunuhan gajah di Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan. Sebanyak 18 orang ditetapkan sebagai tersangka, 15 di antaranya telah ditangkap di beberapa lokasi berbeda.

Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berkomitmen penuh memberikan perlindungan terhadap lingkungan dan ekosistem di dalamnya, termasuk satwa liar.

"Perkara yang sedang ditangani oleh Polda Riau adalah salah satu wujud dan bukti konkret komitmen tersebut.," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Edizon Isir dalam konferensi pers di Mapolda Riau, Pekanbaru, Selasa (3/3/2026).

Polda Riau menggelar konferensi pers kasus pembunuhan gajah di Pelalawan, Riau, Selasa (3/3/2026). (Foto: Mei Amelia/detikcom)

Johnny Isir menyampaikan penanganan kasus ini dilakukan secara scientific crime investigation. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), diketahui bahwa gajah Sumatera berusia 40 tahun tersebut mati akibat ditembak oleh pemburu satwa liar.

Baca juga: Anak Gajah Mati di Tesso Nilo Riau, Pemilik Lahan Jadi Tersangka

"Penyidikan scientific crime investigation menggabungkan analisis balistik, GPS scollar dan pemetaan jaringan pelaku. Saat ini telah diamankan 15 tersangka dan 3 orang telah ditetapkan sebagai orang yang masuk dalam daftar pencarian," jelasnya.

Ia menyampaikan pembunuhan gajah tersebut membawa duka dan luka, tidak hanya masyarakat di Provinsi Riau, tetapi juga di seluruh daerah di Indonesia.

"Bapak Kapolri berharap ini menjadi momentum untuk menyatukan rasa, kerangka sikap, termasuk satu tindakan memperkuat kolaborasi, menjaga keberlangsungan perlindungan satwa liar dan tumbuhan liar bagian daripada kerangka keamanan lingkungan secara utuh," tuturnya.




(mea/dhn)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cuaca Buruk! BMKG Ungkap Daftar Lengkap Wilayah Berpotensi Hujan Lebat dan Petir Selasa 3 Maret 2026
• 9 jam laludisway.id
thumb
Yakin Beli Baju Baru Lagi Pas Lebaran? Jangan Terjebak Budaya Occasion Wear!
• 22 jam lalumedcom.id
thumb
Real Madrid: Kylian Mbappe Cedera Lutut Kiri
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
Iran Bantah Serang Kilang Saudi Aramco: Itu Drone Israel!
• 6 jam laludisway.id
thumb
Kuwait Ngaku Tembak Jatuh 3 Jet Tempur AS, Iran Protes!
• 4 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.