Yakin Beli Baju Baru Lagi Pas Lebaran? Jangan Terjebak Budaya Occasion Wear!

medcom.id
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Ramadan tak hanya identik dengan lonjakan belanja bahan makanan tetapi juga peningkatan pengeluaran untuk pakaian. Hal ini untuk memenuhi undangan buka puasa bersama, agenda kantor dengan dress code tertentu, hingga persiapan Hari Raya Idulfitri.
 
"Apalagi Lebaran gitu ya, sering kali membuat banyak orang merasa perlu tampil dengan busana baru," kata konten kreator mindful consumption, Cempaka Asriani, dalam Group Media Interview TikTok bertajuk #SerunyadiTikTok di Jakarta Kamis, 26 Februari 2026.
 
Di media sosial, tren outfit Ramadan dan lebaran bermunculan. Warna senada, model terbaru, hingga konsep keluarga kompak menjadi daya tarik tersendiri.

Tak heran anggaran sandang kerap membengkak tanpa terasa. Namun, di balik euforia tersebut, ada satu ironi yang jarang disadari yaitu banyak pakaian khusus momen atau occasion wear yang sebenarnya adalah jebakan.
 
"Yang hanya dipakai sekali, lalu berakhir menggantung lama di lemari," ujar Cempaka.
 
Ia menjelaskan pakaian memang termasuk kebutuhan primer. Namun, pola belanja impulsif untuk memenuhi tuntutan acara tertentu seperti Lebaran dapat membuat pengeluaran tak terkendali.
 
“Padahal untuk itu kamu bisa saling pinjam dengan teman atau kerabat gitu ya," sebut dia.
 

Baca Juga :


Asal Mula Tren Gamis 'Bini Orang' untuk Lebaran dan Ciri Khas Cuttingan-nya!

Ia menilai meminjam pakaian adalah solusi sederhana namun efektif untuk menekan pengeluaran. Selain itu, opsi penyewaan kini semakin mudah ditemukan, mulai dari batik hingga kebaya.
 
“Sekarang banyak tempat rental kayak batik, kebaya, ada rentalnya. Dan enaknya, kalau rental enggak perlu nyuci. Jadi, pakaian datang dalam kondisi sudah di-laundry,” tuturnya.
 
Khusus baju Lebaran, tantangannya lebih besar. Banyak desain yang bersifat occasion wear, cantik dan spesifik untuk Hari Raya, tetapi sulit dipadukan untuk aktivitas lain.
 
“Jadi, kita itu susah pakai baju itu lagi di kesempatan yang lain. Akhirnya beli baju (baru). Ujung-ujungnya nanti (baju Lebaran) cuma menuh-menuhin lemari,” ujar Cempaka.
 
Kondisi ini menciptakan siklus tahunan, yaitu membeli, memakai sekali, lalu menyimpan. Cempaka mengingatkan tampil menarik tidak selalu berarti harus membeli baru.
 
Mengoptimalkan pakaian yang sudah ada, memadupadankan ulang, meminjam, atau menyewa bisa menjadi alternatif yang lebih bijak secara finansial. "Kan sayang ya tiap tahun beli baju baru, berarti tiap tahun akan ada satu baju yang sekali dipakai terus masuk lemari, masa begitu terus setiap tahun," kata dia.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kilas Balik Wakil Indonesia Didiskualifikasi dari All England Imbas Covid-19
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Guru Honorer NTT Sudah Terima Penetapan Tunjangan Profesi Sebelum Viral
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
BMKG Prakirakan Cuaca Surabaya dan Sebagian Besar Jatim Hari Ini Masih Berpotensi Hujan
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
BKI Dampingi Ditjen Hubla Perketat Uji Petik Kelaiklautan Kapal Laut Penumpang tahun 2026
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
Iwakum: Putusan MK Wajib Jadi Pedoman, Hentikan Pemidanaan Kerja Jurnalistik
• 7 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.