TANGERANG, KOMPAS.com - Hanifah Putri (26) rela bolak-balik dua hari ke Stasiun Tangerang demi mendaftar program mudik gratis angkutan motor (Motis) yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan.
Program Motis memfasilitasi calon pemudik mengirimkan sepeda motornya menggunakan kereta api barang secara cuma-cuma.
Hanifah pertama kali datang ke Stasiun Tangerang pada Senin (2/3/2026) untuk mengambil nomor antrean. Tiba di stasiun sebelum waktu Ashar, dia memperoleh nomor antrean 428.
Seharian Hanifah menunggu nomor antreannya dipanggil. Namun, hingga loket pendaftaran ditutup pukul 20.00 WIB, gilirannya tak juga tiba.
“Sampai jam 20.00 WIB belum dipanggil juga, jadi hari ini balik lagi,” ujar Hanifah saat ditemui Kompas.com, Selasa (3/3/2026).
Baca juga: 7 Tahun Tak Pulang Kampung, Bukhori Akhirnya Mudik Lagi Bareng Ibu Lewat Program Motis
Beruntung, pada kedatangannya yang kedua Hanifah tak perlu mengantre lama. Ia langsung dilayani lantaran telah mengantongi nomor antrean dari hari sebelumnya.
Hanifah mendaftarkan diri untuk mudik pada 15 Maret 2026 dengan jadwal kepulangan 26 Maret 2026. Ia akan pulang ke kampung halaman dengan membawa sepeda motor Honda Vario 125 cc miliknya ke Kutoarjo, Jawa Tengah.
Alasan utama Hanifah mengikuti program Motis adalah untuk menekan biaya mudik Lebaran.
“Memang sengaja ikut, karena ini program pemerintah dan gratis. Jadi bisa meminimalisir budget,” kata dia.
Hanifah menyebut, seluruh layanan dalam program tersebut tidak dipungut biaya, baik untuk pengangkutan motor maupun penumpang.
“Gratis, enggak ada pembayaran sama sekali,” kata dia.
Lebih lanjut, ia menilai membawa motor ke kampung halaman memudahkan mobilitas selama berada di daerah asalnya.
“Untuk memudahkan jalan-jalan di sana juga. Keluarga banyak, jadi butuh kendaraan,” kata dia.
Terkait proses pendaftaran, Hanifah sempat mencoba mendaftar secara daring, namun mengalami kendala teknis.