Gus Ipul: 3 Program Prioritas Kemensos Tunjukkan Tren Positif di Awal 2026

detik.com
10 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memaparkan perkembangan positif tiga program prioritas Kementerian Sosial (Kemensos) di awal 2026. Program ini antara lain, bantuan sosial (bansos), Sekolah Rakyat, dan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Penyaluran bantuan sosial reguler hingga awal Maret 2026 telah melampaui 90 persen untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan program Sembako.

"Sisanya masih dalam proses karena ada penerima-penerima baru hasil pemutakhiran (DTSEN) yang perlu buka rekening kolektif (burekol)," kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Selasa (3/3/2026).

Ia menjelaskan sebagian kecil keluarga penerima manfaat masih menunggu proses burekol. Namun secara umum, realisasi penyaluran telah sesuai target.

Pada saat yang sama, Kemensos tengah menyiapkan penjangkauan siswa baru Sekolah Rakyat untuk tahun ajaran 2026 dengan target sekitar 30 ribu siswa. Jika ditambah hampir 16 ribu siswa angkatan sebelumnya, total siswa Sekolah Rakyat akan mencapai sekitar 46 ribu.

Untuk menjaga integritas penerimaan siswa baru, Kemensos melakukan pelatihan kepada pendamping sosial, khususnya pendamping PKH, yang terlibat dalam proses penjangkauan calon siswa.

"Tidak boleh ada titipan, kongkalikong, dan tidak boleh ada bayar-membayar. Karena yang bisa sekolah di sini adalah keluarga yang berada di desil 1 atau 2 (DTSEN) setelah melalui proses asesmen," jelas Gus Ipul.

Selanjutnya, hasil asesmen tersebut diajukan kepala daerah kepada Kemensos untuk diverifikasi dan divalidasi sebelum ditetapkan sebagai siswa Sekolah Rakyat.

Saat ini, pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat berlangsung di 104 titik di berbagai daerah. Setiap sekolah dirancang menampung hingga 1.000 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA. Seleksi kelayakan lahan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dengan memastikan status lahan tidak bermasalah, sementara Kemensos mendampingi pemerintah daerah dalam pemenuhan persyaratan.

Di luar 104 titik tersebut, sekitar 100 kabupaten dan kota telah mengajukan pembangunan dan menunggu tahap berikutnya. Dalam tujuh bulan operasional, siswa Sekolah Rakyat mencatat sejumlah prestasi akademik dan nonakademik yang menggembirakan.

"Ini cukup menggembirakan dan saya berharap kepala sekolah dan tenaga kependidikan bisa mempertahankan capaian yang sudah kita dapat dan harus kita lakukan peningkatan lebih banyak lagi," jelas Gus Ipul.

Terkait pemutakhiran DTSEN, Kemensos terus berupaya menghadirkan data yang akurat melalui konsolidasi bersama Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal serta pemerintah daerah. Untuk itu, data dimutakhirkan setiap tiga bulan untuk memastikan bansos tepat sasaran dan diterima masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

"Kami ingin mengajak para kepala desa, operator data desa, operator Dinsos, untuk benar-benar menggunakan saluran yang ada dalam memperbaiki data kita. Untuk data Bansos akan dimutakhirkan setiap tiga bulan sekali, sementara untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI-JKN) akan di-update setiap bulan, tetapi berlakunya 3 bulan kemudian," pungkasnya.




(ega/ega)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tetangga Tak Dengar Suara Saat Ermanto Tewas: CCTV Juga Tak Deteksi Gerakan
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Kedubes AS di Kuwait Tutup Sementara Imbas Konflik AS-Israel dan Iran
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Panglima TNI Pimpin Upacara Penyerahan Jenazah dan Ikuti Upacara Pemakaman Wapres ke-6 RI
• 16 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Kecelakaan Beruntun 10 Kendaraan di Exit Tol Bawen Semarang, 8 Korban Luka
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Setelah Diamankan di Surabaya, Polisi Bawa Truk Diduga Hasil Pencurian ke Mojokerto
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.