Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menilai program makan bergizi gratis (MBG) bukan sekadar agenda sosial, tetapi juga menjadi penopang stabilitas harga komoditas pangan, khususnya telur ayam ras. Skema ini disebut memberi ruang intervensi saat harga di tingkat peternak berisiko tertekan.
Ia menegaskan, keberadaan MBG membuat pemerintah memiliki mekanisme serapan ketika harga mulai melemah di pasar. Dengan begitu, gejolak harga bisa ditekan tanpa merugikan peternak.
"Kan kini sekarang ada MBG. Ini yang Alhamdulillah luar biasa MBG, MBG ini membuat harga telur stabil. Kenapa ada MBG. Kalau harga turun, MBG yang menyerap. Kemudian swasta mengekspor. Indahnya kalau kita kolaborasi," kata Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementan, Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Menurutnya, pola tersebut membentuk pembagian peran antara peternak rakyat dan perusahaan besar. Saat harga domestik melemah, produksi diserap untuk kebutuhan MBG. Sementara itu, perusahaan diarahkan untuk memperluas pasar ekspor agar kelebihan pasokan tetap tersalurkan.
Amran menekankan, seluruh pelaku usaha dilibatkan dalam skema ini. Peternak rakyat difokuskan memasok kebutuhan program makan bergizi gratis, sedangkan korporasi menggarap pasar luar negeri sebagai bagian dari strategi hilirisasi sektor perunggasan.
"Kita libatkan semua pihak. Peternak rakyat mengisi MBG. Kemudian ini (perusahaan) mengisi ekspor. Cantik nggak? Inilah hasil dari hilirisasi," ujarnya.
Tak hanya berdampak pada telur dan ayam, Amran menilai MBG memberi efek ganda terhadap pergerakan ekonomi di daerah. Permintaan bahan pangan meningkat, termasuk komoditas hortikultura yang selama ini kerap anjlok saat panen raya.
"MBG itu adalah dia multiplier effect-nya menggerakkan ekonomi di masyarakat. Harga sayur naik, kemudian harga tomat naik, yang biasa jatuh dengan harga rendah. MBG adalah solusi permanen untuk ekonomi rakyat," ucapnya.
Harga Telur dan Daging Ayam di Atas HAP
Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata harga telur ayam ras nasional pada pekan keempat Februari 2026 berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) Rp30.000 per kilogram (kg). Secara nasional, harga tercatat Rp32.006 per kg.
Dalam empat pekan terakhir Februari 2026, jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga telur terus bertambah menjadi 131 wilayah, dari sebelumnya 105 wilayah. Harga tertinggi tercatat menyentuh Rp100.000 per kg, sedangkan harga terendah berada di Rp25.000 per kg.
Meski demikian, secara bulanan harga telur ayam ras tercatat turun 0,85% dibandingkan Januari 2026. Sebanyak 43,33% wilayah Indonesia justru mengalami penurunan harga pada periode tersebut.
Kondisi serupa juga terlihat pada daging ayam ras. Rata-rata harga nasional pada pekan keempat Februari 2026 mencapai Rp41.013 per kg, berada di atas HAP Rp40.000 per kg. Angka ini naik 2,21% dibandingkan Januari 2026.
Harga tertinggi daging ayam ras tercatat Rp100.000 per kg, sedangkan harga terendah berada di Rp25.000 per kg. Sebanyak 58,06% wilayah Indonesia mengalami kenaikan harga. Jumlah kabupaten/kota yang mencatat kenaikan pun meningkat menjadi 209 wilayah pada pekan keempat Februari 2026, dari 198 wilayah pada pekan sebelumnya.
(hoi/hoi) Add as a preferred
source on Google




