Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Tangerang Selatan
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan pentingnya kolaborasi dengan media massa agar berbagai kebijakan dan program pendidikan dapat tersampaikan secara utuh, akurat, serta mudah dipahami masyarakat. Sinergi ini dinilai menjadi bagian dari penguatan peran Catur Pusat Pendidikan dalam mendorong pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan nasional.
Melalui Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (BKHM), Kemendikdasmen menggelar Dialog Kebijakan bersama media massa di Tangerang Selatan, Senin, 2 Maret 2026. Forum ini menjadi ruang diskusi sekaligus penguatan kemitraan strategis antara pemerintah dan insan pers.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menyampaikan apresiasi kepada Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik) yang selama ini aktif mengawal dan menyebarluaskan informasi kebijakan pendidikan.
“Melalui peran media, kami dapat mengetahui berbagai dinamika di lapangan sekaligus hal-hal yang perlu segera ditindaklanjuti,” ujar Suharti dalam keterangan tertulis, Selasa, 3 Maret 2026.
Perluasan Akses Pendidikan
Dalam dialog tersebut, Suharti memaparkan sejumlah program prioritas, di antaranya penguatan akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu melalui Program Indonesia Pintar (PIP), Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM), serta Beasiswa Talenta Indonesia.
Program Indonesia Pintar (PIP) disebut terus mengalami peningkatan sejak diluncurkan pada 2015. Jika pada awal pelaksanaan jumlah penerima masih terbatas, kini cakupannya mencapai sekitar 17,9 juta peserta didik, dengan jumlah satuan pendidikan penerima meningkat dari sekitar 1 juta menjadi 1,8 juta sekolah.
Mulai 2026, cakupan PIP diperluas hingga jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kebijakan ini merupakan bagian dari implementasi Wajib Belajar 13 Tahun, agar anak dari keluarga kurang mampu dapat mengikuti PAUD minimal satu tahun sebelum masuk sekolah dasar.
“Harapannya, anak-anak lebih siap karena sudah terbiasa dengan ritme pembelajaran di sekolah,” jelas Suharti.
Dukungan untuk Daerah 3T dan Murid Berprestasi
Selain PIP, Kemendikdasmen juga memperkuat program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) yang ditujukan bagi peserta didik dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), Orang Asli Papua (OAP), serta anak pekerja migran Indonesia. Program ini membuka akses pendidikan menengah berkualitas sekaligus mendorong para penerima manfaat untuk kembali berkontribusi membangun daerah asal, khususnya Papua.
Di sisi lain, keberlanjutan pendidikan murid berprestasi dijaga melalui Beasiswa Talenta Indonesia. Program ini memberikan kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri, sehingga potensi dan prestasi siswa dapat terus berkembang hingga memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.
Melalui dialog ini, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya membangun komunikasi publik yang transparan dan kolaboratif, sehingga setiap kebijakan pendidikan dapat dipahami secara menyeluruh dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh anak Indonesia.
Editor: Redaksi TVRINews





