Setiap bangsa dan negara ingin merdeka dan berdaulat. Adapun Iran selalu diusik, direcoki, dan diintervensi oleh Amerika Serikat (AS).
Baca Juga
Presiden PKS Kecam Serangan Israel-Amerika ke Iran
Selesai Bangun Instrumen Keuangan Keberlanjutan, Brasil Fokus Tarik Pendanaan
Danantara-INA Investasi USD 200 Juta, Bangun Pabrik Kimia Strategis di Cilegon
Agar bisa kuat dan mandiri, Iran membangun dan mendidik putra-putri terbaik mereka dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Alhasil, negara mereka bergerak maju.
Namun, itu pula yang membuat AS khawatir dan ketakutan. Bila Iran berkembang menjadi negara maju, AS jelas akan bisa kehilangan hegemoninya, bukan hanya terhadap Iran, melainkan juga negara-negara Asia Barat lainnya, seperti Irak, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan lain-lain. Mereka semua merupakan negara yang kaya dengan sumber daya alam, terutama minyak.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Untuk menghambat gerak maju Iran, AS melakukan intervensi melalui berbagai cara dan rekayasa. Harapannya, Teheran mau tunduk dan patuh kepadanya.
Namun, tentu Iran tidak sebodoh itu. Teheran tidak mau terjebak dengan permainan yang diciptakan Washington.
Trump murka dan menyeru dunia agar mengucilkan Iran. Dituduhnya Teheran akan membuat senjata nuklir.
Isu tersebut tentu saja termakan oleh negara-negara Barat lainnya. Akhirnya, AS dengan kekuatan sekutunya memberlakukan sanksi ekonomi terhadap Iran. Ini sangat berdampak buruk bagi perekonomian dan kehidupan sehari-hari rakyat Iran.
View this post on Instagram
A post shared by Republika Online (@republikaonline)
Disclaimer: Pandangan yang disampaikan dalam tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulisnya yang belum tentu mencerminkan sikap Republika soal isu-isu terkait.