Tekad Iran, Lebih Baik Mati Berkalang Tanah daripada Terjajah

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Oleh: Buya Anwar Abbas*)

Setiap bangsa dan negara ingin merdeka dan berdaulat. Adapun Iran selalu diusik, direcoki, dan diintervensi oleh Amerika Serikat (AS).

Baca Juga
  • Presiden PKS Kecam Serangan Israel-Amerika ke Iran
  • Selesai Bangun Instrumen Keuangan Keberlanjutan, Brasil Fokus Tarik Pendanaan
  • Danantara-INA Investasi USD 200 Juta, Bangun Pabrik Kimia Strategis di Cilegon

Agar bisa kuat dan mandiri, Iran membangun dan mendidik putra-putri terbaik mereka dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Alhasil, negara mereka bergerak maju.

Namun, itu pula yang membuat AS khawatir dan ketakutan. Bila Iran berkembang menjadi negara maju, AS jelas akan bisa kehilangan hegemoninya, bukan hanya terhadap Iran, melainkan juga negara-negara Asia Barat lainnya, seperti Irak, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan lain-lain. Mereka semua merupakan negara yang kaya dengan sumber daya alam, terutama minyak.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Untuk menghambat gerak maju Iran, AS melakukan intervensi melalui berbagai cara dan rekayasa. Harapannya, Teheran mau tunduk dan patuh kepadanya.

Namun, tentu Iran tidak sebodoh itu. Teheran tidak mau terjebak dengan permainan yang diciptakan Washington.

Trump murka dan menyeru dunia agar mengucilkan Iran. Dituduhnya Teheran akan membuat senjata nuklir.

Isu tersebut tentu saja termakan oleh negara-negara Barat lainnya. Akhirnya, AS dengan kekuatan sekutunya memberlakukan sanksi ekonomi terhadap Iran. Ini sangat berdampak buruk bagi perekonomian dan kehidupan sehari-hari rakyat Iran.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Disclaimer: Pandangan yang disampaikan dalam tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulisnya yang belum tentu mencerminkan sikap Republika soal isu-isu terkait.
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pertamina Proyeksi Konsumsi Bensin Naik 12% saat Mudik Lebaran 2026
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Sidang Praperadilan Gus Yaqut, Penetapan Tersangka Dinilai Tak Sesuai Prosedur dan Bertentangan dengan KUHAP Baru
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
DPR Ingatkan Pembangunan PIK 2 Wajib Perhatikan Nasib Wong Cilik
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
PSSI Akselerasi Penambahan SDM Pelatih: 2.500 Peserta di Jabar Siap Pecahkan Rekor MURI
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Perang AI: Kecepatan Serangan Melampaui Logika Manusia
• 2 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.