Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina (Persero) memproyeksi konsumsi gasoline atau bensin pada masa mudik Lebaran 2026 naik 12% dibanding hari normal.
Sementara itu, konsumsi LPG diproyeksi naik 4% dan avtur atau bahan bakar pesawat naik 2,8% dibanding hari normal, sedangkan konsumsi gasoil atau solar diperkirakan menurun seiring berkurangnya aktivitas logistik berat.
Untuk mengimbangi lonjakan permintaan tersebut, Pertamina telah memperkuat ketahanan stok BBM nasional di level rata-rata 21 hingga 23 hari per 1 Maret 2026.
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengatakan, melalui Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (Satgas RAFI) 2026, pihaknya akan memastikan setiap pemudik mendapatkan akses energi dengan mudah dan nyaman selama di perjalanan maupun di kampung halaman.
“Fokus utama kami adalah memberikan ketenangan bagi masyarakat. Seluruh fasilitas operasional Pertamina akan bekerja 24 jam untuk menjamin ketersediaan BBM, LPG, dan Avtur tetap terjaga di tengah lonjakan mobilitas,” ujar Simon melalui keterangan resmi, Selasa (3/3/2026).
Untuk meningkatkan kenyamanan pemudik, Simon memerinci empat pilar layanan utama yang disiapkan secara khusus oleh Pertamina. Pertama, layanan energi melalui penguatan ketersediaan stok BBM, LPG, dan avtur di seluruh titik pasok dengan monitoring kualitas dan kuantitas berkala.
Kedua, layanan wilayah atensi dengan fokus pada jalur tol, rest area, bandara, pelabuhan, dan kawasan wisata yang mengalami lonjakan mobilitas.
Ketiga, berbagai aktivitas Ramadan dan program promosi melalui layanan digital MyPertamina. Keempat, layanan tambahan berupa Serambi MyPertamina sebagai fasilitas istirahat bagi pemudik di berbagai titik strategis yang dilengkapi fasilitas pendukung seperti motoris BBM dan LPG serta layanan darurat.
Di samping itu, Pertamina menyiagakan 2.074 SPBU yang beroperasi 24 jam di jalur utama dan area dengan kepadatan kendaraan tinggi. Lalu, 6.300 agen LPG serta sebanyak 200 unit mobil tangki disiagakan sebagai suplai cadangan.
"Untuk daerah yang tidak terdapat SPBU permanen dan kawasan wisata, kami menyiapkan 64 titik Kios Pertamina Siaga dan layanan modular agar masyarakat tidak perlu khawatir kehabisan bahan bakar di tengah perjalanan,” tambah Simon.
Selain fokus pada penguatan suplai di koridor Sumatra-Jawa, jalur Trans Jawa, serta konektivitas Kalimantan-Sulawesi. Pertamina juga memberikan perhatian khusus pada wilayah rawan bencana dengan menyiapkan buffer stock (stok penyangga).
Sementara, remote area dan kepulauan mendapat pengiriman lebih awal dan melakukan monitoring secara intensif.
“Seluruh langkah ini adalah bentuk pengabdian kami agar masyarakat dapat menjalankan tradisi mudik dan merayakan kemenangan Idulfitri bersama keluarga dengan tenang, aman, dan penuh sukacita,” kata Simon.
Baca Juga
- Pertamina Mitigasi Suplai Minyak hingga LPG Usai Timur Tengah Memanas
- Perang Iran-Israel, 2 Kapal Tanker Pertamina Terjebak di Area Teluk
- Kompak Naik! Cek Daftar Harga BBM Pertamina, Shell, BP, Vivo Hari Ini 2 Maret





