AS-Israel Serang Iran,  Belum Ada Pembatalan Keberangkatan Jemaah Umrah Sulsel

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

MAKASSAR, KOMPAS - Hingga Selasa (3/3/2026), belum ada pembatalan keberangkatan jemaah umrah asal Sulawesi Selatan terkait dengan serangan Amerika Serikat-Israel ke Iran. Pemberangkatan dan kepulangan masih normal. Jemaah juga berharap perang tak berimbas dengan pembatalan keberangkatan.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan Ikbal Ismail, Selasa (3/3/2026), mengatakan, sejauh ini tidak ada pemberitahuan pembatalan keberangkatan umrah jamaah asal Sulawesi Selatan (Sulsel) terkait dengan serangan AS-Israel ke Iran.

“Sampai kemarin ada 2.000-an jemaah yang pulang dan tiba di Bandara Sultan Hasanuddin. Hari ini pun pemberangkatan masih berlangsung. Sejauh ini tak ada pemberitahuan pembatalan karena umumnya pemberangkatan dari Makassar menggunakan penerbangan langsung,” ujar Ikbal.

Ikbal menyebut, Ramadhan tahun ini ada sekitar 7.000-an jemaah umrah asal Sulsel. Jumlah Ini meningkat dibanding bulan-bulan di luar Ramadhan yang berkisar 5.000-6.000 jemaah.

Umumnya keberangkatan jemaah umrah dari Bandara Sultan Hasanuddin dilayani tiga maskapai yakni Garuda Indonesia, Batik Air, dan Lion Air. Penerbangan terjadwal hampir setiap hari, terutama saat Ramadhan. Tak hanya jemaah asal Sulsel, jemaah asal Sulawesi Barat dan beberapa daerah lain juga biasanya  berangkat dari Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.

Seorang calon jemaah umrah asal Gowa Sulsel membenarkan belum ada pembatalan keberangkatannya.  “Saya sekeluarga rencana berangkat tanggal 13 Maret dan pulang tanggal 3 April pakai penerbangan Garuda. Belum ada pembatalan. Harapan kami tentu tetap bisa berangkat. Tapi jika memang dibatalkan, ya mau apa lagi,” kata Ipa Azwar (50).

Baca JugaJemaah Umrah Indonesia Berangsur Dipulangkan

Rencananya, Ipa Azwar akan berangkat bersama keluarga besar sebanyak sembilan orang. Keberangkatan mereka tanpa menggunakan biro perjalanan melainkan mandiri. “Seluruh tiket penerbangan, visa, hotel di Madinah dan Mekkah sampai kendaraan, sudah kami urus semua. Ini tinggal berangkat saja,” ucap Ipa.

Sementara itu, dalam keterangan persnya pada Senin (2/3/2026), pihak PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin memastikan bahwa hingga saat ini operasional penerbangan tetap berjalan normal.

Sebagai gambaran. pada Senin (2/3), Lion Air dengan penerbangan kedatangan rute Jeddah–Makassar, tiba dengan membawa 386 penumpang. Para hari yang sama, penerbangan keberangkatan Makassar–Jeddah yang dilayani oleh maskapai Flyadeal juga tercatat terbang membawa 79 penumpang.

“Hingga saat ini operasional dan layanan penerbangan rute Jeddah dari dan menuju Makassar tetap berjalan normal. Kami terus berkoordinasi dengan maskapai dan stakeholder terkait perkembangan situasi. Terutama soal keselamatan penumoang,” kata General Manager Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Minggus Gandeguai.

Minggus berharap jemaah ikut proaktif dan terus memantau informasi resmi dari maskapai masing-masing dan juga perkembangan situasi di Timur Tengah.

Baca JugaJemaah Umrah Indonesia Terdampak Perang AS-Israel Vs Iran

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kenang Try Sutrisno, Ibas: Beliau Pejuang Konstitusi dan Patriot Bangsa
• 23 jam laluviva.co.id
thumb
Panduan Puasa Sehat Bagi Penderita Hipertensi dan Diabetes
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Gempa Magnitudo 6,4 di Sinabang Aceh Dipicu Aktivitas Subduksi Lempeng Indo-Australia
• 3 jam laluliputan6.com
thumb
Daftar Pangkalan Militer AS di Seluruh Dunia, dari Eropa hingga Asia
• 2 jam lalumedcom.id
thumb
Hukum mencium istri saat berpuasa
• 3 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.