Polsek Kudus Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengamankan 21 orang yang diduga hendak tawuran di belakang Pabrik Gula (PG) Rendeng.
Kapolsek Kudus Kota, AKP Subkhan, mengatakan pihaknya masih mencari beberapa orang lainnya yang diduga terlibat rencana tawuran bersenjata tajam itu.
Nama-nama pelajar dan terduga pelaku lain hasil pengembangan pemeriksaan kini masuk dalam daftar pengejaran petugas. Ia menyampaikan, dalam kurun waktu dua hari terakhir sudah 21 orang diamankan.
"Kami masih terus mencari. Intinya, kami tidak akan membiarkan siapa pun yang mencoba mengganggu kondusivitas di Kudus," katanya, Selasa (3/3).
"Sementara yang sudah kami temukan 21 orang. Nanti akan bertambah lagi sesuai pengembangan di lapangan. Intinya, semua yang terlibat akan kami kejar," imbuhnya.
Motif karena Kalah Perang AirIa mengungkapkan, setelah memeriksa para terduga pelaku, terungkap motif di balik rencana tawuran tersebut, yakni balas dendam akibat kekalahan saat perang air.
Subkhan menjelaskan, rencana tawuran pada hari Minggu (1/3) sekitar pukul 00.43 WIB itu merupakan aksi lanjutan dari perang air di Desa Pedawang, Kecamatan Bae, sehari sebelumnya.
"Ada pihak yang merasa kalah dalam perang air tersebut, lalu memprovokasi teman-temannya untuk melakukan aksi balasan secara terencana," terangnya.
Kelompok Remaja TongkerDalam hasil pengembangan penyelidikan, Polsek Kudus Kota mengungkap adanya keterlibatan komunitas remaja bernama "Tongker", akronim dari "Tongkrongan Keren".
Menurut dia, pihak kepolisian telah mengantongi identitas komunitas beserta daftar anggotanya. Mereka tergolong masih berusia SMP, SMA, dan SMK.
Sebanyak 21 remaja yang diperiksa memiliki latar belakang beragam. Ada yang masih pelajar, ada juga yang sudah bekerja. Mereka mayoritas bersekolah di wilayah Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus.
Dalam penyelidikan yang telah dilakukan Polsek Kudus Kota, berbagai barang bukti berhasil diamankan, termasuk senjata tajam.
Selain itu, polisi juga telah berhasil mengidentifikasi 12 kendaraan roda dua yang digunakan para pelaku. Beberapa sepeda motor berasal dari luar kota, seperti Pati dan Semarang.
Polsek Kudus Kota memastikan akan menyelesaikan kasus ini secara tuntas hingga ke akarnya. Hal itu perlu dilakukan sebagai antisipasi munculnya komunitas-komunitas serupa kembali.
"Kami mengimbau kepada para orang tua untuk lebih ketat mengawasi aktivitas anak-anaknya, terutama di luar jam sekolah," imbuhnya.





