EtIndonesia. Amerika Serikat dan Israel pada Minggu (1 Maret) meningkatkan intensitas serangan terhadap target di Iran. Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan mematikan ke berbagai wilayah di Timur Tengah, termasuk Israel dan negara-negara Arab di Teluk Persia.
Italia mengecam tindakan balasan Iran dan menyatakan bahwa serangan tersebut tidak masuk akal serta hanya akan memicu kemarahan negara-negara yang menjadi sasaran.
Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengungkapkan melalui platform X bahwa Presiden Trump telah berbicara dengan para pemimpin Israel, Bahrain, dan Uni Emirat Arab. Sejak serangan udara gabungan dilancarkan pada Sabtu sebelumnya, Trump telah melakukan komunikasi dengan sejumlah pemimpin kawasan.
Iran Terus Melancarkan Serangan Balasan
Setelah menyerang beberapa negara Arab pada Sabtu, Iran pada Minggu memperluas target hingga ke Oman, yang sebelumnya menjadi mediator dalam perundingan AS-Iran.
Televisi nasional Oman melaporkan bahwa Pelabuhan Komersial Duqm diserang oleh dua drone. Video yang diverifikasi oleh The Washington Post menunjukkan asap hitam tebal membumbung dari area permukiman sekitar empat mil selatan pelabuhan. Kedutaan Besar AS di Oman memerintahkan seluruh staf untuk berlindung di tempat dan menyarankan warga Amerika di negara tersebut melakukan hal yang sama.
Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab menyatakan tiga orang tewas akibat serangan Iran. Media Kuwait melaporkan satu orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka di negara tersebut.
Pejabat keamanan nasional tertinggi Iran mengklaim bahwa target serangan adalah pangkalan militer Amerika. Namun negara-negara Teluk menyebutkan bahwa hotel dan bangunan tempat tinggal juga terkena dampak.
Rekaman dari Doha, Qatar, memperlihatkan asap tebal membumbung setelah ledakan. Kementerian Pertahanan Qatar menyatakan bahwa angkatan bersenjatanya berhasil menghadapi serangan drone dan rudal Iran segera setelah terdeteksi di wilayah pengawasan, tanpa korban jiwa.
Pemerintah Kuwait juga menyatakan berhasil mencegat sejumlah target udara bermusuhan pada Minggu pagi.
Di Abu Dhabi, sebuah drone berhasil dicegat sistem pertahanan udara, namun puingnya jatuh dan menghantam kompleks Etihad Towers, menyebabkan seorang perempuan dan anaknya mengalami luka ringan. Di Dubai, serpihan drone yang dicegat juga menyebabkan dua orang terluka.
Pemerintah Bahrain meminta warga tetap tenang dan mencari tempat aman saat sirene berbunyi. Hotel Crown Plaza di Manama dilaporkan mengalami kerusakan, namun tidak ada korban jiwa. Di Yordania, pecahan proyektil yang dicegat di wilayah udara negara itu menyebabkan lima orang terluka.
Meski Iran menyatakan di PBB bahwa serangannya hanya menyasar pangkalan militer Amerika, Komando Pusat AS membantah dan menyebut klaim tersebut sebagai kebohongan. Disebutkan bahwa Iran menyerang belasan lokasi sipil, termasuk Bandara Internasional Dubai, Bandara Internasional Kuwait, pelabuhan Dubai, serta Bandara Internasional Erbil di Irak.
Dampaknya, perjalanan udara global kembali terganggu. Sejumlah bandara utama di Timur Tengah, termasuk Dubai yang merupakan salah satu pusat penerbangan internasional tersibuk di dunia, ditutup untuk hari kedua berturut-turut.
Italia Mengecam Iran
Italia menilai bahwa sikap keras Iran dalam isu senjata nuklir dan rudal jarak jauh menjadi ancaman bagi semua pihak. Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani menyatakan bahwa Iran tidak menunjukkan tanda-tanda kompromi, sehingga situasi semakin memburuk.
Ia mengecam keras serangan balasan Iran sebagai tindakan yang tidak masuk akal dan hanya akan semakin mengisolasi Teheran. Tajani menegaskan bahwa negara-negara yang diserang memiliki hak untuk membela diri.
Serangan Militer Berlanjut
Pada 1 Maret 2026, asap terlihat mengepul dari sebuah bangunan di Teheran setelah serangan rudal.
Komando Pusat AS menyatakan bahwa sejak operasi militer dimulai pada Sabtu, lebih dari 1.000 target di Iran telah diserang. Sasaran meliputi pusat komando dan kendali, markas Garda Revolusi, serta markas pasukan dirgantara Garda Revolusi.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan jet tempurnya menyerang puluhan markas Garda Revolusi dan meningkatkan tekanan terhadap target pemerintah di Teheran.
Brigadir Jenderal Effie Defrin mengatakan bahwa pada Minggu, 100 pesawat tempur secara bersamaan menyerang target pemerintah di ibu kota Iran. Target termasuk markas angkatan udara Iran, komando rudal, serta kantor pasukan keamanan yang sebelumnya menindak keras demonstrasi pada Januari.
Ia menegaskan, “Pesan kami kepada rezim Iran jelas: tidak ada yang kebal.”
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa dalam operasi Sabtu lalu, pasukannya berhasil menewaskan Khamenei dan puluhan pejabat senior Iran. Ia menambahkan bahwa serangan di pusat Teheran akan semakin intensif dalam beberapa hari mendatang.
Netanyahu menyebut operasi tersebut sebagai tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan pengerahan seluruh kekuatan IDF, serta dukungan penuh dari Presiden Donald Trump dan militer Amerika Serikat. Ia menegaskan komitmennya untuk memberikan pukulan telak terhadap rezim yang disebutnya sebagai rezim teror. (jhon)
Sumber : NTDTV.com





