Potret Peternakan Bebek di Jantung Industri Jakarta, Oase Penghasilan bagi Lansia

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah hiruk-pikuk Jakarta Utara, yang dijuluki sebagai salah satu “jantung industri” Indonesia karena dekat dengan Pelabuhan Tanjung Priok, sebuah peternakan bebek tetap bertahan.

Peternakan ini berlokasi di Rorotan, tepat di tengah persawahan dan jauh dari permukiman warga. Untuk mencapainya, pengunjung harus menempuh jalan setapak sepanjang kurang lebih 200 meter yang rusak parah dan licin.

Salah satu peternak bernama Mat Yasin (68) mengatakan, kondisi jalan menuju peternakan bebeknya dulu lebih hancur dan tidak bisa dilalui dengan sepeda motor.

Baca juga: Pria yang Ngaku Aparat dan Todong Pistol di Tangsel ternyata Anggota TNI

Kini jalan tersebut menjadi lebih baik karena sudah diperbaiki menggunakan dana Corporate Social Responbility (CSR) sebuah perusahaan.

Setelah diperbaiki, para peternak bisa membawa sepeda motornya hingga depan kandang bebek, sehingga bisa lebih irit tenaga meski kondisi jalan belum sepenuhnya mulus.

Dimulai dari tahun 2000-an

Yasin menceritakan, pada tahun 2000-an, warga Rorotan memulai ternak bebek secara mandiri di perbatasan Rorotan dan Cakung, Jakarta Timur, dekat perumahan elite Jakarta Garden City (JGC).

Sekitar tahun itu, para peternak membentuk kelompok kerja bernama Rorotan Maju Bersama, yang dipimpin Yasin dan kini memiliki 30 anggota.

Seiring waktu, kelompok ini sering mendapat protes dari warga sekitar karena bau kotoran bebek.

Sekitar tahun 2010-an, mereka memutuskan memindahkan kandang ke tengah sawah, di lahan milik salah satu perusahaan swasta, dengan total 30 kandang di atas lahan seluas satu hektare.

Para peternak menyewa lahan tersebut dengan harga terjangkau menurut Yasin.

"Harga sewanya enggak mahal sih, paling Rp 200.000 per bulan atau Rp 100.000," ungkap Yasin ketika diwawancarai Kompas.com di lokasi, Senin (2/3/2026).

Sumber penghasilan untuk lansia

Yasin mengatakan, beternak bebek menjadi sumber penghasilan utamanya selama 26 tahun untuk menghidupi keluarga.

Baca juga: Anak Ermanto Usman Minta Keadilan ke Prabowo, Yakin Ayahnya Dibunuh

Di usianya yang sudah lanjut, ia mengaku bersyukur karena masih bisa berpenghasilan lewat peternakan bebeknya tersebut.

KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONO Hendro bersama warga binaan di Lapas Terbuka Nusakambangan melakukan kegiatan peternakan bebek petelur, Senin (9/2/2026).
Peternakan bebek Kelompok Rorotan Maju Bersama lebih berfokus menjual telur dibandingkan bebek potong.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dari 700 bebek yang dimiliki, Yasin bisa mendapatkan telur sekitar 230 butir setiap harinya yang akan ia jual ke tengkulak.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Warga Iran Serukan Balas Dendam Kematian Ayatollah Ali Khamenei
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Jejak Asing di IHSG di Tengah Perang: Pola Outflow Bakal Terulang?
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Menyiapkan Benteng Terkuat Hadapi Lonjakan Serangan Siber
• 7 jam lalukompas.id
thumb
Satu Scan, Sejuta Pahala: Cara Baru Infak dan Sedekah dengan QRIS Bale
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Profil Fadia Arafiq, Bupati Pekalongan yang Terjaring OTT KPK
• 5 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.