Kapolri Warning Konflik Iran–Israel, Densus 88 Perketat Pengawasan Terorisme

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror (AT) Polri mengaku bakal meningkatkan pengawasan akan ancaman terorisme menyusul terjadinya konflik Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Juru Bicara Densus 88, Komisaris Besar Polisi Mayndra Eka Wardhana mengungkap peningkatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo perihal dinamika situasi global saat ini.

Baca Juga :
MK Pangkas Pasal Obstruction of Justice, Kejagung Beri Jawaban Tak Terduga
Bagian Papua Intelligence Service Ditangkap Satgas Damai Cartenz

“Sebagaimana arahan Kapolri, terhadap adanya penilaian bahwa situasi global sedang memanas saat ini yang mana selain melibatkan banyak negara, juga melibatkan banyak kelompok dan kepentingan. Oleh karena itu, Densus 88 turut meningkatkan pengawasan terhadap ancaman terorisme yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat,” kata dia, Selasa, 3 Maret 2026.

Dalam rapat koordinasi (rakor) terkait kesiapan Operasi Ketupat 2026 pada Senin, 2 Maret 2026, Kapolri meminta Densus 88 untuk mempertahankan keberhasilan zero terrorist attack yang dicapai selama tiga tahun terakhir, pada masa Lebaran 2026.

Ia mengatakan bahwa Polri telah melakukan berbagai upaya, salah satunya preventive strike dengan mengamankan 51 tersangka pada tahun 2025.

Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa masih ada 13.252 target yang dalam pantauan. Terlebih, saat ini terjadi konflik AS-Iran yang berpotensi membangkitkan geliat pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

“Apalagi Iran telah mengibarkan bendera merah sebagai simbol pembalasan dan pertanda serangan yang terjadi di Iran, dan ini tentunya menjadi PR (pekerjaan rumah) bagi rekan-rekan, khususnya Densus 88, untuk bisa mempertahankan zero terrorist attack,” ucapnya.

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa pada tahun lalu, Polri mengamankan tujuh orang target pada masa mudik.

Maka dari itu, ia meminta Densus 88 untuk bekerja sama dengan berbagai pihak dalam mencegah ancaman terorisme pada masa mudik kali ini.

“Tolong ini betul-betul kerja sama yang baik dengan seluruh jajaran intelijen, kemudian koordinasi dengan rekan-rekan dari TNI, pemerintah daerah, bagaimana kita memantau pendataan ulang terkait dengan kelompok-kelompok teroris dan aktif teror yang saat ini sedang kita ikuti,” katanya. (Ant)

Baca Juga :
Iran Kibarkan Bendera Merah, Kapolri Perintahkan Densus 88 Siaga Penuh Jelang Mudik
Pasca Kematian Ali Khamenei, IRGC Sebut Musuh Iran Tak Akan Aman Bahkan di Rumah Sendiri
Panas! Garda Revolusi Iran Ancam Serang dan Bakar Kapal di Selat Hormuz

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dulunya Kena Sanksi PSSI, Kini Hugo Samir semakin Berkembang dan Dikenal Pribadi yang Religius
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
KPK Segel 3 Ruangan Usai OTT di Pekalongan: Kantor Bupati hingga Sekda
• 9 jam laludetik.com
thumb
IHSG Rawan Terkoreksi, Analis Cermati Saham ESSA, BRMS, ANTM, HRTA hingga AKRA
• 13 jam lalukatadata.co.id
thumb
Bukan Sekadar Angka, Ini Pentingnya Pahami Kolesterol Lebih Mendalam
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Ditangkap KPK, Ini Respons Golkar
• 6 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.