Jakarta: Sejumlah tim Formula 1 mengalami kendala penerbangan karena terdampak konflik Amerika Serikat-Iran yang kian memanas. Bandara di wilayah Timur Tengah hampir semuanya ditutup dengan alasan faktor keamanan, termasuk Bandara Internasional Dubai yang menjadi bandara lalu lintas tim Formula 1.
"Dalam 48 jam terakhir membutuhkan penyesuaian penerbangan. Ini adalah tanggung jawab dari Formula 1," kata Kepala Penyelenggara GP Australia Travis Auld dikutip dari Antara, Selasa, 3 Maret 2026.
"Mereka telah mengubah penerbangan tim, pembalap, dan juga personel lainnya sehingga bisa menjalani balapan pada akhir pekan. Jumlahnya cukup banyak," ujarnya.
Baca Juga :
Kalender F1 Musim 2026 Resmi Dirilis! Singapura Satu-satunya Seri Asia Tenggara"Sepemahaman saya, semuanya sudah diamankan, semua orang akan berada di sini siap untuk balapan dan penggemar tidak akan melihat perbedaan apa pun," ungkap Travis.
Line up pembalap F1 musim 2026. Dok F1
Formula 1 musim 2026 akan menjalani seri pembuka tepatnya di GP Australia yang berlangsung di Melbourne International Circuit, Melbourne pada 8 Maret.
Imbas dari konflik AS-Iran sebelumnya membuat pemasok ban Formula 1, Pirelli membatalkan tes uji coba yang seharusnya berlangsung di Bahrain International Circuit, Senin.
Kondisi yang masih memanas antara AS-Iran juga diprediksi berlangsung dalam jangka panjang. Konflik ini akan memberi beberapa dampak pada penyelenggaraan Formula 1 yang melangsungkan sejumlah seri di Timur Tengah.
Hingga kini, FIA selaku federasi otomotif dunia masih belum mengambil keputusan terkait dengan penyelenggaraan turnamen yang dilangsungkan di wilayah Timur Tengah.




