Kementerian Luar Negeri terus menjalin komunikasi intensif dan berkoordinasi dengan para WNI di kawasan Timur Tengah menyusul meningkatnya eskalasi keamanan di wilayah tersebut.
Dalam keterangan tertulis di akun X resminya, Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan bahwa seluruh perwakilan RI di kawasan terdampak telah mengimbau para WNI untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. WNI diminta selalu mengikuti arahan otoritas setempat serta menjalin komunikasi secara berkala dengan kedutaan atau konsulat RI terdekat.
Imbauan ini juga ditujukan kepada WNI yang mengalami kendala perjalanan akibat perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah. Kemlu bersama seluruh perwakilan RI di Timur Tengah pun terus memantau dan melakukan asesmen menyeluruh terhadap dinamika keamanan serta kondisi terkini di lapangan.
Baca juga: Selat Hormuz Ditutup, Bahlil: 25% Impor Minyak Mentah Indonesia 'Mandek'
Sejumlah langkah antisipatif dan juga penanganan telah disiapkan untuk merespons perkembangan situasi ke depan. Dengan potensi eskalasi yang tidak terbatas pada satu negara, pemerintah Indonesia membuka sejumlah hotline darurat bagi WNI yang membutuhkan bantuan.
Dalam kondisi mendesak, WNI dapat menghubungi Hotline Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri melalui nomor +62 812-9007-0027, maupun mengontak Hotline Perwakilan RI berikut ini:
- KBRI Riyadh: +966 569173990
- KJRI Jeddah: +966 503609667
- KBRI Abu Dhabi: +971 566156259
- KJRI Dubai: +971 564170333 / +971 563322611
- KBRI Doha: +974 33322875
- KBRI Kuwait City: +965 97206060 / +97809760
- KBRI Manama: +973 38791650
- KBRI Amman: +962 779150407
- KBRI Baghdad: +964 7769842020
- KBRI Tehran: +98 9914668845 / +98 9024668889
- KBRI Beirut: +961 70817310
- KBRI Damaskus: +963 954444810




