KOMPAS.TV - Tren kenaikan harga minyak dunia terjadi setelah Iran menutup Selat Hormuz dan menyerang kilang Ras Tanura milik Arab Saudi.
Selat Hormuz menjadi jalur vital karena sekitar 20 persen pengiriman minyak dunia melintasi perairan ini.
Jika konflik terus berlanjut, suplai global akan terganggu dan harga minyak melonjak, yang mengakibatkan naiknya harga BBM di Indonesia.
Konflik juga berpotensi mengganggu rantai pasok global.
Gangguan distribusi energi berdampak langsung pada biaya produksi dan logistik pangan.
Harga komoditas seperti ayam, telur, beras, dan sayuran berisiko meningkat, terlebih kebutuhan yang harus diimpor.
Ketika inflasi pangan naik, daya beli melemah dan konsumsi domestik Indonesia ikut terdampak.
Pada akhirnya, dampak perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel akan dirasakan dalam kehidupan sehari-hari warga.
Setelah rupiah melemah dan harga BBM naik, kondisi tersebut akan diikuti dengan kenaikan harga lainnya.
Mulai dari ongkos transportasi hingga harga kebutuhan pokok lainnya akan naik dan berdampak langsung kepada masyarakat.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Baca Juga: Nekat Lintasi Selat Hormuz, Kapal Tanker Minyak Ditembak Militer Iran | KOMPAS SIANG
#bbm #minyakdunia #selathormuz #perang #iran
Penulis : Shinta-Milenia
Sumber : Kompas TV
- selat hormuz
- harga minyak dunia
- konflik timur tengah
- perang iran
- inflasi
- israel





