Perang Timur Tengah Tak Bisa Diramal Kapan Usai, Bahlil Ungkap Skenario Terburuk RI Alihkan Impor Minyak

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com — Eskalasi perang di Timur Tengah yang memicu penutupan Selat Hormuz oleh Iran dinilai pemerintah Indonesia sebagai krisis yang tidak bisa diprediksi kapan akan berakhir.

Di tengah ancaman gangguan pasokan energi global, pemerintah memilih menyiapkan skenario terburuk demi menjaga ketahanan energi nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia secara terbuka mengakui bahwa hasil kajian internal menunjukkan konflik berpotensi berlangsung tanpa kepastian waktu.

“Jujur saya katakan bahwa dari intelijen kami, dari kajian kami, dari komunikasi kami dengan berbagai negara di dunia, sekalipun informasi disampaikan bahwa ketegangan ini akan selesai dalam waktu ada yang mengatakan lima hari, ada yang mengatakan empat minggu, tapi keyakinan kami setelah kami melakukan kajian, ini tidak akan bisa kita ramalkan kapan selesai,” ujar Bahlil dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Kementerian ESDM, Selasa (3/3/2026).

Situasi memanas setelah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz dan mengancam akan menembak kapal yang melintas.

Ancaman itu disampaikan penasihat senior panglima tertinggi Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Ebrahim Jabari.

“Selat itu ditutup. Jika ada yang mencoba melewatinya, para pahlawan Garda Revolusi dan angkatan laut reguler akan membakar kapal-kapal itu,” kata Jabari.

Penutupan jalur strategis tersebut terjadi menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran yang memicu gelombang balasan rudal ke sejumlah target di kawasan Teluk.

Menghadapi situasi yang dinilai berpotensi berkepanjangan, pemerintah Indonesia memilih mengambil langkah mitigasi dengan asumsi konflik tidak segera mereda.

“Nah, dalam rangka itu kami mengambil alternatif terjelek, katakanlah ini lambat. Maka apa skenarionya? Skenarionya adalah sekarang ini untuk crude yang kita ambil dari Middle East, sebagian kita alihkan untuk ambil di Amerika. Supaya apa? Ada kepastian ketersediaan crude kita,” jelas Bahlil.

Strategi pengalihan impor tersebut menjadi langkah antisipatif agar Indonesia tidak terjebak dalam ketidakpastian geopolitik global.

Pemerintah menilai, dalam kondisi perang yang tak bisa diprediksi ujungnya, kepastian pasokan energi menjadi prioritas utama untuk menjaga stabilitas nasional. (agr/rpi)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Video Pembom B-2 AS Dikerahkan, Markas Militer Iran Dihancurkan 
• 9 jam laluerabaru.net
thumb
Profil Henry Moodie, Penyanyi Muda Asal Inggris yang Viral di Media Sosial dan Melejit Berkat Lagu Drunk Text
• 14 jam lalugrid.id
thumb
Ekonom dan Bankir Prediksi Perang Iran - AS Berlangsung Singkat, Ini Alasannya
• 1 jam lalukatadata.co.id
thumb
Pramono Bakal Bangun Museum Peranakan Tionghoa di Glodok
• 33 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Misi JUICE Tangkap Gambar Langka Komet Antarbintang 3I/ATLAS di Jalur Jupiter
• 12 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.