Misi JUICE Tangkap Gambar Langka Komet Antarbintang 3I/ATLAS di Jalur Jupiter

mediaindonesia.com
6 jam lalu
Cover Berita

WAHANA antariksa milik Badan Antariksa Eropa (ESA), Jupiter Icy Moons Explorer (JUICE), berhasil menangkap pemandangan luar biasa dari pengunjung asing yang berasal dari luar sistem tata surya kita. Gambar yang menakjubkan ini diabadikan kamera sains JANUS saat wahana tersebut tengah dalam perjalanan menuju Jupiter.

Objek tersebut diidentifikasi sebagai komet antarbintang 3I/ATLAS. Dalam tangkapan kamera JUICE, terlihat jelas koma (awan gas) yang bersinar serta ekor gas dan debu komet yang membentang luas.

Pengunjung Ketiga dari Luar Tata Surya

Komet 3I/ATLAS merupakan objek antarbintang ketiga yang pernah terdeteksi melintasi sistem tata surya kita. Berbeda dengan mayoritas komet yang berasal dari Sabuk Kuiper atau Awan Oort di pinggiran tata surya kita, pengembara es ini terbentuk di sekitar bintang lain sebelum akhirnya hanyut ke lingkungan kosmik kita.

Baca juga : 3I/ATLAS: Komet Berusia 7 Miliar Tahun, NASA Pastikan Aman bagi Bumi

Pada citra yang dirilis, cahaya terang berbentuk telur di pusat gambar adalah koma komet, sebuah awan gas dan debu luas yang dilepaskan saat sinar matahari memanaskan inti es komet. Membentang menjauh dari koma tersebut adalah ekor panjang yang terbentuk akibat radiasi matahari dan angin surya.

Pengamatan Intensif di Jarak 66 Juta Kilometer

Kamera JANUS mengabadikan momen ini pada 6 November 2025, tepat tujuh hari setelah 3I/ATLAS mencapai titik terdekatnya dengan matahari. Saat pengambilan gambar dilakukan, wahana JUICE berada pada jarak sekitar 66 juta kilometer dari komet tersebut.

Sepanjang bulan November, lima instrumen canggih di JUICE, yakni JANUS, MAJIS, SWI, PEP, dan UVS, terus melakukan pengamatan intensif. Instrumen-instrumen ini mengumpulkan data citra dan spektrometri untuk menentukan komposisi serta tingkat aktivitas sang pengembara kosmik tersebut.

Tantangan Pengiriman Data

Meski pengamatan dilakukan pada akhir tahun lalu, para ilmuwan baru bisa melihat hasilnya baru-baru ini. Hal ini disebabkan posisi JUICE yang berada di sisi matahari yang berlawanan dengan Bumi selama pengamatan berlangsung.

Kondisi tersebut memaksa data dikirimkan dengan kecepatan yang lebih lambat, sehingga menghambat proses transmisi. Tim instrumen baru menerima data lengkap pada pekan lalu dan kini sedang bekerja keras melakukan analisis mendalam. Para ahli dijadwalkan akan berkumpul pada akhir Maret mendatang untuk mendiskusikan temuan-temuan penting dari komet misterius ini. (Space/Z-2)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Konflik AS-Israel vs Iran Memanas, Jamaah Umrah Asal Surabaya di Makkah Tetap Tenang
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
China Tegas Dukung Iran Lawan Serangan AS dan Israel: Kami di Belakang Iran
• 17 jam lalusuara.com
thumb
Saat Kebersamaan Menjadi Cerita: Bukber Perdana Topotels Hadirkan Kehangatan Ramadan di Pusat Jakarta
• 1 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Muhammadiyah Kecam Serangan AS-Israel ke Iran Sebagai Pelanggaran HAM
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Video: Kemenaker Luncurkan Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.