jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abidin Fikri mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk melindungi sekitar 58.873 jemaah umrah Indonesia yang saat ini tertahan di berbagai bandara akibat konflik AS-Israel vs Iran.
Menurut Abidin, penutupan wilayah udara Timur Tengah pascaserangan tersebut telah menyebabkan penundaan penerbangan massal, meninggalkan jemaah dalam kondisi rentan tanpa kepastian logistik dan pemulangan.
BACA JUGA: Kepulangan Jemaah Umrah Asal Jabar Tertunda Buntut Konflik AS-Israel Vs Iran
"Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri, Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Perhubungan harus melakukan koordinasi intensif agar pemetaan dan data jemaah yang terdampak agar segera menyediakan akomodasi darurat dan bantuan logistik." kata Abidin di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, pemerintah bisa mengambil langkah untuk mencari rute alternatif dan skema evaluasi bertahap jika situasi perang tersebut mengalami eskalasi, hingga membahayakan WNI kawasan itu.
BACA JUGA: Pemerintah Minta Masyarakat Menunda Umrah, Seusai Perang Iran vs Israel-AS
Dia menekankan bahwa perlindungan WNI adalah prioritas utama negara, sebagaimana diamanatkan konstitusi.
Untuk itu, Komisi VIII DPR RI akan terus mengawal dan mengikuti secara seksama perkembangan perang yang berkecamuk di timur tengah.
BACA JUGA: 6.047 Jemaah Umrah Kembali ke Tanah Air Seusai Perang Iran vs Israel
Pemerintah juga harus memastikan keselamatan jemaah umrah hingga bisa kembali dengan aman ke tanah air.
"Pemerintah harus hadir penuh, jangan biarkan jemaah terlantar serta mengimbau jamaah pihak travel penyelenggara umrah agar tetap tenang patuhi instruksi KBRI Kementerian Luar Negeri RI," katanya.
Sebelumnya, Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah memantau secara ketat kondisi jamaah umrah Indonesia di Arab Saudi menyusul eskalasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada sejumlah penerbangan dari dan menuju negara tersebut.
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah RI Puji Raharjo mengatakan pihaknya terus memonitor perkembangan situasi secara cermat.
"Kami mengimbau kepada seluruh jamaah umrah agar tidak panik. Tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing untuk memperoleh informasi resmi dan terkini," kata Puji Raharjo, Minggu (1/3).
Berdasarkan laporan melalui Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), tercatat sekitar 58.873 orang peserta umrah Indonesia masih berada di Arab Saudi.
Pemerintah memastikan jamaah dalam kondisi terpantau melalui koordinasi intensif dengan perwakilan RI dan otoritas setempat.(antara.jpnn.com)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean



