Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Kementerian Sosial mempercepat penyaluran bantuan sosial adaptif bagi masyarakat yang terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pemerintah menargetkan bantuan bagi data penerima yang telah tervalidasi dapat tersalurkan sebelum Hari Raya Idulfitri.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengatakan proses penyaluran saat ini masih berlangsung dan diharapkan segera dipercepat.
“Ini sedang berproses, mudah-mudahan dalam minggu ini bisa lebih cepat lagi sehingga data yang sudah valid dapat disalurkan sebelum Lebaran,” ujar Gus Ipul, dikutip Selasa, 3 Maret 2026.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui Pos Indonesia. Hingga kini, data terverifikasi mencatat lebih dari 67 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) untuk bantuan isian rumah senilai Rp3 juta per keluarga dengan total anggaran sekitar *lRp203,6 miliar.
Selain itu, pemerintah menyalurkan bantuan stimulan ekonomi sebesar Rp5 juta per kepala keluarga dengan total anggaran mencapai Rp339,4 miliar.
Kemensos juga menyiapkan bantuan jaminan hidup (jadup) sebesar Rp450 ribu per orang per bulan selama tiga bulan bagi lebih dari 248 ribu penerima manfaat, dengan total anggaran sekitar Rp335,5 miliar.
Tidak hanya itu, pemerintah turut menyediakan santunan ahli waris korban bencana bagi 1.015 jiwa sebesar Rp15 juta per orang dengan total sekitar Rp15,2 miliar, serta bantuan kedaruratan senilai Rp110,1 miliar.
Secara keseluruhan, total bantuan yang disiapkan pemerintah untuk penanganan bencana di tiga provinsi di Sumatra tersebut mencapai lebih dari Rp1 triliun.
Gus Ipul menjelaskan, mekanisme penyaluran bantuan dilakukan secara berlapis untuk memastikan ketepatan sasaran dan akuntabilitas. Data awal penerima bantuan berasal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, kemudian ditetapkan secara by name by address oleh pemerintah daerah.
Selanjutnya, data tersebut ditandatangani oleh kepala kejaksaan negeri dan kapolres setempat sebelum diajukan kepada Menteri Dalam Negeri selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra.
Setelah mendapat pengesahan, data diserahkan kepada Kemensos untuk diverifikasi sebelum bantuan disalurkan kepada masyarakat.
“Nah sekarang sudah kita mulai proses penyaluran. Lebih dari 10 persen bantuan sudah tersalurkan dan kami berharap jumlahnya terus bertambah. Nanti akan kami sampaikan kembali ketika prosesnya hampir selesai,” kata Gus Ipul.
Editor: Redaksi TVRINews





