Gerhana bulan total malam ini, Selasa (3/3), tak dapat dilihat dengan mata telanjang di wilayah DIY, padahal puncak gerhana bulan total terjadi pada pukul 18.33 WIB.
Staf Observasi Stasiun Geofisika Sleman, Said Kristyawan, menjelaskan bahwa hal tersebut disebabkan karena hujan dan tutupan awan tebal menghalangi pengamatan yang dilakukan oleh Stasiun Geofisika Sleman.
“Adapun memang kondisi cuaca tadi tidak mendukung, hujan dan tertutup awan, sehingga pengamatan terpaksa kami hentikan,” ujar Said Kristyawan saat ditemui di kantornya, Selasa (3/3).
Meski demikian, masyarakat dapat menyaksikan puncak gerhana secara digital melalui siaran langsung di kanal Youtube resmi BMKG Jayapura, Nabire, Kupang, Sorong, hingga Jakarta.
“Warga dapat melihat dengan mata telanjang dari puncak gerhana sampai gerhana bulan total berakhir pada pukul 19.03 WIB, tetapi bergantung dengan cuaca,” ujar Said.





