Sebanyak 11 orang yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Pekalongan tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Selasa (3/3) malam.
Berdasarkan pantauan kumparan di Gedung Merah Putih KPK, rombongan kloter kedua itu tiba sekitar pukul 21.06 WIB menggunakan bus pariwisata berwarna kuning dan dikawal patwal kepolisian.
Saat masih berada di dalam bus, kesebelas orang tersebut terlihat mengenakan masker dan berupaya menutupi wajah mereka dari sorotan awak media. Bus kemudian masuk ke area belakang gedung KPK.
Para pihak yang diamankan itu diturunkan di sana dan langsung digiring masuk ke dalam gedung untuk menjalani pemeriksaan. Diketahui, di antara 11 orang tersebut terdapat Sekretaris Daerah (Sekda) Pekalongan Mohammad Yulian Akbar.
Belum ada keterangan dari Yulian dan para pihak lain yang dibawa KPK tersebut.
Sebelumnya, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa tim penyidik juga mengamankan sejumlah pihak lain di Pekalongan yang kemudian dibawa ke Jakarta.
“Paralel dengan itu (3 orang yang diamankan), tim juga mengamankan sejumlah pihak di Pekalongan dan saat ini juga sedang berjalan dibawa ke Jakarta. Malam ini nanti akan tiba, ada sekitar 11 orang yang dibawa ke Jakarta,” kata Budi saat ditemui di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (3/3).
Budi menjelaskan, dari 11 orang yang dibawa tersebut terdapat unsur aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pekalongan hingga pihak swasta.
“Dari 11 orang yang dibawa ke Jakarta malam hari ini ada dari unsur ASN di Pemkab Pekalongan dan juga sejumlah pihak swasta. Salah satunya Sekda,” ungkap dia.
Pada awal OTT kasus ini, KPK mengamankan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq bersama dua orang lainnya, yakni ajudan dan orang kepercayaannya.
Ketiganya diamankan di wilayah Semarang dan tiba di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 10.25 WIB untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hingga Selasa malam, proses pemeriksaan terhadap seluruh pihak yang diamankan masih berlangsung.



