VIVA – Manajer West Ham United, Nuno Espirito Santo, membuat keputusan tak biasa: melarang Adama Traore mengangkat beban berat di pusat latihan klub.
Traore memang dikenal sebagai salah satu pemain dengan fisik paling “jadi” di Premier League. Tubuhnya kekar bak atlet binaraga. Uniknya, selama ini ia selalu bersikeras bahwa bentuk tubuhnya murni karena faktor genetik, bukan hasil kerja keras di gym.
Namun “mitos” itu sempat goyah saat rekan setimnya, Crysencio Summerville, mengunggah video Traore duduk di bangku bench press di fasilitas latihan Rush Green. Dalam cuplikan tersebut, pemain berusia 30 tahun itu tampak siap mengangkat beban 145 kg! Meski begitu, Traore buru-buru membantah bahwa ia benar-benar mengangkatnya.
Kini, kesempatan untuk “menambah massa” tampaknya benar-benar ditutup. Nuno secara terbuka mengaku sudah memperingatkan anak asuhnya agar menjauhi angkat beban berat.
“Luar biasa (ototnya), itu genetik. Dia memang seperti itu sejak lama dan seharusnya menghindari gym. Saya sudah bilang dia untuk menjauh dari gym,” kata Nuno jelang laga tandang ke Fulham.
Menurut Nuno, beban yang dibawa Traore di tubuhnya sudah lebih dari cukup. Ia hanya diizinkan melakukan latihan pencegahan cedera, bukan untuk membangun otot tambahan.
Sebagai perbandingan, Nuno justru menyebut pemain muda seperti Airidas Golambeckis yang perlu menambah berat badan dan lebih sering berada di gym. “Ini kebalikannya,” tegasnya.
Traore direkrut pada Januari lalu untuk membantu West Ham keluar dari ancaman degradasi. Ia sebelumnya bekerja sama dengan Nuno selama tiga musim di Wolves (2018–2021) dan mencatat 131 penampilan di bawah pelatih asal Portugal tersebut.
Namun sejauh ini, Traore belum benar-benar jadi pilihan utama. Setelah 15 penampilan liga bersama Fulham di paruh pertama musim, ia belum sekalipun menjadi starter di Premier League untuk West Ham. Satu-satunya start datang saat Piala FA melawan Burton Albion.
Meski menit bermainnya minim, Nuno tetap memuji kualitas eks pemain timnas Spanyol itu.
“Traore itu unik. Tidak banyak pemain di dunia dengan kemampuan, kecepatan, dan skill 1 lawan 1 seperti dia. Tapi dia butuh waktu untuk beradaptasi dengan dinamika tim,” ujar Nuno.





