Keponakan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, yakni Putri Amanda Nur Ramadhani, resmi dilantik sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Timur (Kaltim) masa bakti 2025–2030. Acara pelantikan digelar di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.
Pelantikan tersebut dihadiri langsung Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, jajaran pengurus Kadin pusat, unsur Forkopimda, serta sejumlah kepala daerah di Kalimantan Timur.
Putri menyampaikan komitmennya menjadikan organisasi yang dipimpinnya sebagai motor penggerak dunia usaha yang inklusif dan adaptif.
Ia optimistis Kadin Kaltim mampu berkontribusi besar dalam mendukung pembangunan daerah dan nasional, terutama dengan kehadiran IKN di Kalimantan Timur.
“Kami optimistis Kadin Kalimantan Timur dapat menjadi bagian penting dalam menyukseskan pembangunan daerah dan nasional, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur, khususnya di Ibu Kota Nusantara,” ujarnya di acara pelantikan pengurus Kadin Kaltim masa bakti 2025–2030 yang digelar di Aula Serbaguna Kemenko 3, Ibu Kota Nusantara (IKN), Senin (2/3/2026).
Menurut dia, Kalimantan Timur kini tidak lagi hanya dikenal sebagai daerah kaya sumber daya alam, tetapi telah bertransformasi menjadi simpul strategis pembangunan nasional dan pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Di kesempatan yang sama, Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menyatakan komitmen dunia usaha untuk mendukung percepatan pembangunan di IKN, termasuk pengembangan energi terbarukan hingga 1.700 megawatt (MW) pada 2030.
“Ini kali keempat kami datang ke sini, terakhir 17 Januari 2024. Perubahannya terasa sekali, lebih tertata, lebih aktif, dan membuat kita semua semakin semangat,” ujar Anindya
Menurut dia, pelaksanaan pelantikan Kadin Kaltim di IKN bukan sekadar agenda seremonial. Kegiatan tersebut menjadi simbol dukungan konkret dunia usaha terhadap proyek strategis nasional yang kini memasuki fase pembangunan lanjutan.
Anindya juga mengapresiasi kehadiran sejumlah pejabat negara dan pimpinan daerah. Ia menilai sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan IKN.
“Kami mendapat undangan untuk memastikan bagaimana Kadin Indonesia dan Kadin Kaltim dapat mendukung pembangunan IKN. Masih banyak yang harus dibangun, mulai dari gedung parlemen, kawasan peradilan, hingga lanskap dan layanan industri terkait,” ucapnya.
Selain pembangunan fisik, Kadin juga menyatakan kesiapan mendukung target pengembangan energi baru dan terbarukan di Kalimantan Timur yang diproyeksikan mencapai 1.700 MW pada 2030.
“Ini sejalan dengan upaya Provinsi Kalimantan Timur dalam mengembangkan energi terbarukan hingga 1.700 MW pada 2030. Infrastruktur pendukungnya tentu sangat besar dan Kadin siap berkolaborasi,” ucapnya.
Menurut Anindya, dukungan tersebut mencakup investasi, pembiayaan, hingga penguatan ekosistem industri hijau agar pembangunan IKN berjalan seiring dengan prinsip keberlanjutan.
Kata Rudy Mas'udSementara itu, Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menegaskan bahwa pemilihan IKN sebagai lokasi pelantikan pengurus Kadin Kaltim merupakan langkah strategis.
Menurut dia, penyelenggaraan kegiatan berskala nasional di IKN memiliki dampak psikologis dan ekonomi yang berbeda dibandingkan daerah lain.
“Kalau kegiatan dilaksanakan di daerah lain mungkin biasa saja. Tetapi ketika dilakukan di Ibu Kota Nusantara menjadi luar biasa. Ini sengaja kami lakukan karena di sini banyak sekali prospek,” ujar Rudy.
Ia berharap Kadin Indonesia dan Kadin Kaltim dapat bersinergi mendorong investasi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi, terutama di sektor konstruksi, energi, dan jasa pendukung.
“Kami sangat berharap Kadin Indonesia dan Kadin Kalimantan Timur bisa bersinergi serta mengambil peran dan tanggung jawab dalam pembangunan ini,” katanya.
Pelantikan pengurus Kadin Kaltim di IKN diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
Keluarga Mas'ud di Jajaran Pemerintahan KaltimKeluarga Mas’ud tercatat memiliki sejumlah anggota yang menjabat posisi strategis di Kalimantan Timur maupun tingkat nasional.
Rudy Mas’ud saat ini menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Timur. Dua kakaknya, Hasanuddin Mas’ud, menjabat sebagai Ketua DPRD Kalimantan Timur dan Rahmad Mas’ud menjabat sebagai Wali Kota Balikpapan.
Kakak perempuan Rudy, Syahariah Mas’ud, juga duduk sebagai anggota DPRD Kalimantan Timur periode 2024–2029 dari daerah pemilihan Penajam Paser Utara–Paser.
Di tingkat nasional, istri Rudy, Syarifah Suraidah Harum, menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029 dari daerah pemilihan Kalimantan Timur.
Selain itu, adik Rudy, Abdul Gafur Mas’ud pernah menjabat sebagai Bupati Penajam Paser Utara.
Kehadiran sejumlah anggota keluarga Mas’ud di berbagai posisi strategis tersebut turut mewarnai dinamika politik dan pemerintahan di Kalimantan Timur, terutama dalam konteks percepatan pembangunan IKN sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia.





