Penulis: Axgeis
TVRINews, Lampung
Angin puting beliung menerjang dua desa di Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan pada Senin, 2 Maret 2026, sekitar pukul 13.30 WIB. Bencana alam tersebut mengakibatkan ratusan lapak pasar rusak parah serta puluhan rumah warga mengalami kerusakan di berbagai titik.
Berdasarkan rekaman video amatir milik warga, angin puting beliung terlihat muncul dari arah laut dengan pusaran yang cukup besar. Dalam waktu singkat, pusaran angin bergerak cepat menuju daratan dan menerjang pemukiman padat penduduk di Desa Tri Darmayoga dan Desa Legundi.
Terjangan angin yang semakin kuat memporak-porandakan ratusan kios di Pasar Tradisional Tri Darmayoga. Seluruh atap kios hancur dan sebagian bangunan dilaporkan roboh. Selain itu, sejumlah pohon besar turut tumbang dan menimpa dua rumah warga di sekitar lokasi.
Data sementara mencatat sebanyak 51 rumah mengalami kerusakan dengan kategori mulai dari rusak ringan hingga rusak berat. Warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan langsung bergotong royong memperbaiki bagian atap agar bisa segera ditempati kembali. Sementara itu, warga dengan kondisi rumah rusak sedang dan berat terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Para pedagang mengaku tidak dapat berjualan akibat kerusakan masif yang terjadi. Salah seorang pedagang, Made Puspa Yanto, menceritakan bahwa angin datang dari arah barat menuju timur laut dan menghantam area pasar dengan sangat cepat.
“Pasar Darmayoga bisa bapak lihat sendiri, roboh semua begini. Sangat menyayangkan, apalagi ini momen menjelang Lebaran. Hampir 90 persen pedagang terdampak, hanya berbeda tingkat kerusakannya saja,” ujarnya.
Beruntung, masyarakat dan aparat desa bergerak cepat melakukan penanganan awal di lokasi kejadian. Petugas PLN juga segera didatangkan untuk memperbaiki jaringan listrik yang sempat terputus akibat tiang dan kabel yang terdampak terjangan angin.
Sekretaris Daerah Lampung Selatan, Supriyanto, menyatakan bahwa pihaknya masih terus melakukan pendataan terhadap rumah warga serta fasilitas publik yang terdampak bencana ini.
“Pendataan terus dilakukan. Foto-foto dan dokumen di masing-masing rumah sudah ada. Saya minta camat, kepala desa, dan masyarakat segera melakukan pembenahan. Kita harus segera bangkit, sambil nanti diproses untuk bantuan yang bisa kita support atas kejadian hari ini,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan saat ini masih menginventarisir total kerugian materiil akibat bencana tersebut. Sejauh ini, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ekonomi diperkirakan mencapai angka yang cukup besar.
Editor: Redaksi TVRINews





