MUI dukung Indonesia jadi juru damai dalam perang AS-Iran

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendukung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menjadi juru damai dalam perang Amerika Serikat (AS)-Iran yang kini dengan eskalasi semakin memuncak dan memengaruhi kondisi politik dunia.

"Kami mendukung upaya Presiden untuk menjadi juru damai, karena dalam Islam, mendamaikan pihak yang bertikai adalah perbuatan yang tinggi nilainya. Namun, tetap harus memperhatikan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif serta menjaga keamanan dan kepentingan dalam negeri," kata Wakil Ketua Umum MUI Cholil Nafis di Jakarta, Selasa.

Ia juga menegaskan konstitusi Indonesia mengamanahkan untuk ikut serta dalam menciptakan perdamaian dunia.

Oleh karena itu, kata dia, langkah Presiden RI yang ingin berperan sebagai juru damai perlu didukung.

"Kita dukung sepenuhnya, tanpa pesimis, sambil tetap realistis terhadap kapasitas dan koridor diplomasi yang ada," ujar dia.

Baca juga: Celios: Perang Iran-AS momentum pengembangan energi baru terbarukan

Terkait dengan eskalasi konflik yang semakin memanas, MUI menegaskan seluruh masyarakat tentu menginginkan dunia yang damai.

Oleh karena itu, Cholil mengutuk penyerangan terhadap Iran, namun juga berpesan agar respons serangan tidak melampaui batas, terutama hingga mengganggu negara tetangga atau dua kota suci umat Islam, Makkah dan Madinah.

"Konflik tidak boleh berkembang menjadi konflik kawasan atau memicu konflik dunia. Serangan balasan hendaknya tidak meluas di luar sasaran militer yang terlibat," katanya.

Ibu Kota Iran, Teheran, Selasa, menyaksikan gelombang ledakan baru menyusul pengumuman militer Israel mengenai serangan terbaru.

Pesawat-pesawat tempur rezim Zionis menargetkan sejumlah lokasi di Teheran sejak Selasa, dini hari waktu setempat, ungkap laporan koresponden Anadolu.

Media Iran juga melaporkan ledakan baru di Kota Isfahan di wilayah Iran tengah.

Kendati ada serangan baru, belum ada pernyataan resmi yang segera mengidentifikasi lokasi-lokasi yang menjadi sasaran di Teheran maupun Isfahan.

Israel sebelumnya mengumumkan telah meluncurkan apa yang disebutnya sebagai serangan “preemptif” terhadap Iran dengan nama “Operation Lion’s Roar” pada Sabtu (28/2), dini hari waktu setempat serta memberlakukan status darurat “khusus dan segera” di seluruh negeri.



Baca juga: Umsura gaungkan perdamaian lewat penancapan bendera global

Baca juga: Perang AS-Iran, Indonesia hitung dampak lonjakan harga minyak ke APBN


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bayi Baru Lahir Ditemukan di Tempat Sampah, Ibunya Ditangkap di Jakut
• 10 jam laludetik.com
thumb
92.390 Tiket Mudik KA Jarak Jauh untuk Keberangkatan dari Kota Bandung Terjual
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tiket Mudik Sudah Terjual 42 Persen, KAI Daop 8 Imbau Warga Segera Pesan Sebelum Kehabisan
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Harga Minyak Hari Ini (3/3) Naik Tipis di Tengah Konflik AS-Israel vs Iran
• 15 jam lalubisnis.com
thumb
Selama 7 Tahun Berumah Tangga, Insanul Fahmi Akui Baru Sekali Lakukan Kesalahan
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.