JAKARTA, KOMPAS - Pemerintah Provinsi Jakarta mulai menyegel satu per satu lapangan padel yang tak berizin. Pengelola padel diwajibkan memenuhi persetujuan bangunan gedung. Mereka juga dilarang beroperasi sebelum sertifikat laik fungsi diterbitkan.
Terdapat 397 lapangan padel di Jakarta berdasarkan data Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan Jakarta. Namun, 185 bangunan di antaranya belum mengantongi persetujuan bangunan gedung.
Pesatnya pertumbuhan arena padel yang juga tumbuh menjamur di permukiman warga ini kemudian berujung polemik. Bunyi ”tuk tak” suara raket menghantam bola dan pantulannya mulai dikeluhkan warga. Waktu istirahat mereka terganggu, khususnya di malam hari.
Akibat dikeluhkan warga dan juga belum mengantongi persetujuan bangunan gedung, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta lantas menyegel lapangan padel Fourth Wall di Cilandak, Jakarta Selatan pada Selasa (3/3/2026). Selain itu, MMT Padel di Kembangan, Jakarta Barat, juga disegel sehari sebelumnya pada Senin (2/3/2026).
Dua lapangan padel itu menyusul Star Padel, di Pulogadung, Jakarta Timur yang lebih dulu disegel pada Kamis (26/2/2026).
Kepala Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan Jakarta Selatan Andy Lazuardy mengungkapkan, lapangan padel Fourth Wall belum melengkapi izin. Pemerintah daerah lalu memberikan surat peringatan pertama hingga ketiga, sebelum dua kali disegel, pada November 2025 dan Selasa ini.
"Bangunan belum memiliki izin tetapi tetap beroperasi. Ada juga pengaduan kebisingan dari warga sekitar sehingga disegel hingga persyaratan dipenuhi," ujar Andy.
Selain melengkapi perizinan, pengelola lapangan padel Fourth Wall berencana memasang peredam suara. Ini sebagai salah satu syarat operasional.
Andy meminta seluruh pelaku usaha hendaknya memerhatikan kondisi lingkungan sekitar sebelum beroperasi. Tujuannya menjaga situasi agar kondusif.
Pada Senin (2/3), Pemprov Jakarta juga menyegel MMT Padel di Kembangan, Jakbar. Pengelolanya juga belum melengkapi dokumen perizinan.
Terkait penyegelan itu, Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah menuturkan, manajemen MMT Padel tidak boleh melakukan aktivitas apapun sampai perizinannya lengkap. Hal yang sama harus dilakukan pengelola lapangan padel lain di Jakarta Barat.
"Kami terus tertibkan sesuai prosedur, termasuk bangunan padel yang berada di lingkungan RT/RW," kata Iin.
Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan Jakarta Barat mendata ada 132 lapangan padel. Namun, sebagian belum memenuhi izin yang berlaku.
Menurut Iin, seluruh kegiatan padel harus dihentikan hingga persetujuan bangunan gedung dipenuhi. Pengelola juga dilarang beroperasi sebelum Sertifikat Laik Fungsi diterbitkan.
Saat disegel, General Manager MMT Padel, Doris menyampaikan bahwa pihaknya mengurus dokumen perizinan sejak Juni 2025. Akan tetapi, masih ada dokumen perizinan yang harus diperbaiki. Salah satunya ialah merevisi gambar teknis. Setelah itu, nomor pokok retribusi.
Star Padel yang terlebih dulu disegel juga mengalami hal yang sama. Bangunannya tidak memiliki sertifikat laik fungsi.
Tak heran warga RT 005 RW 013 Kelurahan Kayu Putih mengeluh. Mereka terganggu kebisingan aktivitas orang bermain padel hingga malam hari.
Gubernur Jakarta Pramono Anung, pada 26 Februari 2026 di Dinas Pendidikan Jakarta, memastikan, bahwa wali kota, camat, lurah, dan dinas terkait akan menindak tegas pengelola lapangan padel tak berizin.
"Karena itu syarat mutlak yang diminta. Ketertiban untuk pembangunan di Jakarta juga menjadi penting, termasuk ruang terbuka hijau yang tidak diperbolehkan untuk digunakan lapangan padel," kata Pramono.
Tren padel ini sebelumnya diharapkan Politisi PDI Perjuangan itu untuk mendorong wisata olahraga. Ia mengutarakan hal tersebut saat membuka DYA Community Padel Tournament 2025 di Lapangan MR Padel di Cilandak pada Sabtu (1/10/2025).
Pramono mengatakan, turnamen padel sebagai wujud semangat komunitas olahraga Jakarta yang terus tumbuh. Padel tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antarpelaku usaha, komunitas kreatif, dan masyarakat.
Pramono menambahkan, Jakarta tengah menjadi destinasi sport tourism yang naik daun. Rasanya belum lengkap jadi warga Jakarta, khususnya Jakarta Selatan, jika belum mencoba padel.Turnamen juga harus bisa menggerakkan UMKM di sekitar lokasi karena dampaknya akan sangat positif.
Menurut Pramono, meningkatnya citra sport tourism menunjukkan bahwa olahraga telah menjadi bagian dari gaya hidup warga Jakarta yang aktif, kolaboratif, dan penuh sportivitas. Padel salah satunya sebagai representasi semangat membangun kebersamaan sekaligus menumbuhkan budaya hidup sehat di tengah dinamika kehidupan metropolitan.
Karakternya yang dinamis, inklusif, dan mudah diikuti berbagai kalangan sejalan dengan karakter Jakarta. Kota yang terbuka terhadap inovasi dan terus bergerak menuju hal-hal baru yang positif.





