Pramono Rayakan Cap Go Meh Bareng Mantan Gubernur, Ada Bang Yos hingga Anies

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pemprov DKI Jakarta merayakan Cap Go Meh bersama sejumlah mantan Gubernur DKI Jakarta, Selasa (3/3). Mulai dari Sutiyoso, Fauzi Bowo, Djarot Saiful Hidayat, hingga Anies Rasyid Baswedan.

Perayaan yang digelar di Pancoran Glodok Chinatown, Jakarta Barat, itu dinilai menjadi simbol kuat keberagaman dan toleransi yang terus dijaga di Jakarta.

Selain para mantan Gubernur, hadir pula Wamenekraf Irene Umar, WamenPPPA Veronica Tan, Kapolda Irjen Asep Edi Suheri, hingga Putri Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, menyoroti kemeriahan perayaan Imlek dan Cap Go Meh tahun ini yang digelar di berbagai titik Jakarta. Menurutnya, suasana tersebut menunjukkan kuatnya kehidupan keberagaman di Jakarta.

“Dan yang namanya Imlek belum pernah semeriah ini, baik itu diadakan di Lapangan Banteng, di Bundaran HI, di SCBD, di pusat-pusat pertokoan yang ada. Dan kami menyaksikan, merasakan bahwa kehidupan harmonisasi keberagaman di Jakarta sekarang ini sungguh sangat baik,” ujar Pram dalam sambutannya, Selasa (3/3).

Ia juga menyinggung transisi perayaan Imlek menuju Ramadan yang berlangsung tertib dan harmonis, termasuk pergantian ornamen kota yang dilakukan dengan baik.

“Maka dalam kesempatan ini saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada semuanya. Dan bahkan ketika pergantian dari Imlek menyambut Ramadan, pelaksanaannya berjalan dengan baik. Dan semua orang terperangah bahwa pergantian ornamennya juga dilakukan secara baik,” kata Pramono.

Pramono berharap semangat keberagaman yang sudah terbangun di Jakarta dapat terus dijaga bersama oleh seluruh warga.

“Sehingga dengan demikian, sebagai Gubernur dan jajaran Pemerintah DKI Jakarta, kami sungguh mengharapkan kehidupan keberagaman yang sudah berlangsung baik ini kita jaga bersama-sama,” ucapnya.

Ia juga mengapresiasi kontribusi warga Tionghoa bagi Jakarta yang dinilainya sangat besar.

“Saya juga ingin menyampaikan, apapun warga Tionghoa ini sudah memberikan kontribusi yang luar biasa bagi Jakarta,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Pramono turut menyinggung Gus Dur dalam menjadikan Imlek dan Cap Go Meh sebagai perayaan terbuka, serta penetapan hari libur nasional pada era Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri.

“Karena Imlek ataupun Cap Go Meh ini bisa meriah karena Perpres pada waktu itu ditanda tangani oleh Gus Dur, dan kemudian libur ditetapkan oleh Ibu Megawati. Kebetulan saya ikut nyiapkan jadi saya hafal betul itu,” ujarnya.

Rangkaian perayaan Cap Go Meh di Jakarta diisi dengan berbagai pertunjukan seni budaya, pengumuman pemenang lomba dekorasi Imlek, hingga atraksi barongsai. Festival ini juga terbuka untuk dinikmati bersama oleh warga Jakarta.

Pramono pun mengajak masyarakat merayakan Cap Go Meh dengan harapan keberkahan di tahun Kuda Api ini.

“Tetapi sekali lagi, dalam rangka menyambut Imlek ini, mari kita rayakan Imlek dan Cap Go Meh pada hari ini yang kita rayakan. Dan saya baru tahu Cap Go Meh itu 15 hari dari Imlek,” jelas Pramono.

“Dan pesannya seperti yang saya sampaikan tadi, yang paling penting dan terpenting di Kuda Api ini kita mendapatkan berkah, keberuntungan, kedamaian, keberanian, dan cuan yang banyak. Karena bagi saya, percuma pemerintahannya baik kalau enggak punya cuan,” lanjut dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Warga RI Ada Kabar Baik, THR dan BHR Ojol Diumumkan Hari Ini!
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Tito dan Menteri PKP Tinjau Program Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh di Kubu Raya
• 22 jam lalueranasional.com
thumb
Kemlu Pantau Ketat Keamanan WNI di Timur Tengah
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
Satgas Cartenz Tangkap Anggota Papua Intelligence Service terkait KKB
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
IHSG Ditutup Turun 0,96% ke Level 7.939
• 5 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.