JAKARTA, DISWAY.ID - Menyusul memanasnya perang antara Iran dan Amerika Serikat (AS), menipisnya cadangan pasokan bahan bakar minyak (BBM) kini menjadi salah satu hal yang menjadi kekhawatiran masyarakat, terutama di tengah-tengah periode Ramadan 2026 ini.
Bukan tanpa alasan. Pasalnya, Iran sendiri dilaporkan telah menutup Selat Hormuz, sebagai respons terhadap serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.
BACA JUGA:Eskalasi Timur Tengah Meningkat, Wamen HAM Mugiyanto Mau ke Jenewa Malah Terjebak di Qatar Selama 3 hari
BACA JUGA:Warga Jakarta Bakal Punya Museum Peranakan, Wujud Apresiasi untuk Keturunan Tionghoa
Keputusan ini sontak menimbulkan kepanikan. Terkini, beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pun juga turut mengakui bahwa terdapat keterlambatan dalam pengiriman pasokan BBM.
Salah satunya adalah SPBU Pertamina Sawangan, Depok. Menurut manajer SPBU Pertamina Sawangan, Ferry Supriyatna, saat ini SPBU turut mengalami keterlambatan pengiriman pasokan BBM, yang dikirim dari Depo Pertamina Plumpang di Jakarta Utara.
"Baru hari ini ada keterlambatan pengiriman. Yang biasanya datang jam 1 atau jam 2 siang, ini kabarnya baru berangkat. Kalau kemarin-kemarin sih normal, malah lebih cepat malah. Yang harusnya biasa datang siang, datang pagi. Baru hari ini aja" jelas Ferry ketika ditemui oleh Disway, pada Selasa (03/03).
BACA JUGA:Sambut Fasilitas Modern KNMP di Banyuwangi, Nelayan UcapkanTerima Kasih ke Presiden
Situasi ini sendiri, menurut Ferry, bukanlah yang pertama kalinya. Sebelumnya, SPBU Pertamina Sawangan juga pernah mengalami keterlambatan pengiriman stok BBM di saat kekosongan stok melanda SPBU Swasta beberapa waktu lalu.
"Waktu stok BBM swasta kosong, itu ada keterlambatan juga. Baru hari ini lagi aja, makanya saya berpikiran sih, ini kayaknya bakal ada keterlambatan lagi nanti," ujar Ferry.
Dengan memanasnya isu pasokan BBM, Ferry sendiri memprediksi bahwa SPBU akan tetap mengalami keterlambatan pengiriman stok BBM selama beberapa hari ke depan.
Kendati begitu, dirinya juga berharap bahwa kondisi ini juga tidak berlangsung dalam waktu yang lama. Pasalnya, keterlambatan sendiri seringkali menjadikan SPBU rentan mengalami kekosongan BBM.
BACA JUGA:Pemangku Hak Ulayat dan Masyarakat Lingkar Tambang Dukung Investasi PT Dairi Prima Mineral di Dairi
"Bisa beberapa hari, paling lama sebulan. Tapi nggak aman kalau menurut saya, karena bebarengan sama kebutuhan Lebaran. Pastinya banyak orang butuhnya yang gede (BBM)," ujar Ferry.
"Kalau SPBU itu tetap harus buka ya walaupun habis. Tetap harus buka. Karena kecuali kalau semuanya habis, otomatis operatornya nggak kerja," tambahnya.
- 1
- 2
- »





