Perang AS–Iran Meluas, Cerita Pebisnis Taiwan di Dubai: “Pengeboman Terjadi Tepat di Luar Jendela”

erabaru.net
14 jam lalu
Cover Berita

Perang antara Amerika Serikat dan Iran terus meluas—bahkan Dubai ikut menjadi medan konflik. Wu Tianlin, seorang eksekutif perusahaan Taiwan yang telah menetap lebih dari lima tahun di Dubai, merasakan langsung “lokasi perang” dari jarak dekat. 

Kepada wartawan CNA (Central News Agency), ia mengungkapkan betapa berharganya perdamaian, sekaligus menyadari bahwa hal-hal paling dasar—makan dan tidur dengan baik serta menjaga stamina—adalah fondasi untuk menghadapi ketidakpastian jangka panjang.

EtIndonesia. Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran. Iran segera membalas dengan menyerang fasilitas militer AS di negara-negara Teluk. Kota komersial terbesar Uni Emirat Arab—Dubai—dalam sekejap berubah dari “surga kemewahan” menjadi lokasi yang mencekam.

Sebagai salah satu simpul penerbangan internasional terpenting dunia, Dubai International Airport mengalami kerusakan pada sebagian fasilitas akibat serangan drone. Hotel bintang lima Fairmont The Palm di Palm Jumeirah terbakar setelah puing drone yang berhasil dicegat jatuh ke area hotel. Satu dermaga di Jebel Ali Port ikut terbakar akibat hantaman puing. Hotel supermewah “tujuh bintang” Burj Al Arab mengalami kebakaran kecil di bagian eksteriornya. Di sekitar ikon kota—gedung tertinggi dunia setinggi 828 meter, Burj Khalifa—rudal berhasil dicegat.

Wu Tianlin, Direktur Utama cabang Timur Tengah perusahaan teknologi Taiwan Patech, mengatakan bahwa apartemennya berada tak jauh dari bandara Dubai. Biasanya, menikmati pemandangan pesawat lepas landas dan mendarat adalah kesehariannya. Dari rumahnya ke Fairmont The Palm atau Burj Khalifa juga hanya sekitar sepuluh menit berkendara.

Pada 28 Februari, setelah menerima peringatan pemerintah di ponselnya—“tetap di dalam ruangan dan berlindung”—ia tidak berani keluar rumah.

Karena wilayah udara beberapa negara di sekitar ditutup dan bandara Dubai rusak, seluruh penerbangan dihentikan. Banyak penumpang terpaksa tertahan di Dubai dengan perasaan bingung dan cemas. Ada pula yang sudah dalam perjalanan menuju bandara, namun setelah mendengar dentuman ledakan di langit, mereka panik dan berbalik kembali ke pusat kota.

Pada 28 Februari, AS dan Iran mulai menembak, dan Dubai, kota komersial terbesar di UEA, terkena dampak pertempuran di banyak tempat. Wu Tianlin (kiri), seorang pengusaha Taiwan yang berbasis di Dubai, bertukar pengalaman tak terlupakan tentang “perang” dengan para asisten toko yang dikenalnya pada 1 Februari. (Foto disediakan oleh Wu Tianlin/CNA)

Konflik berlanjut hingga 1 Maret. Wu Tianlin mengatakan bahwa hingga sore hari, suara ledakan dari sekitar Jebel Ali Port masih terdengar jelas. Ia memberanikan diri keluar untuk mengamati situasi: pagi hari, supermarket Carrefour tampak normal; namun sore harinya, jalanan Dubai dipenuhi orang dan kendaraan. Terjadi pembelian panik—orang-orang mengantri cemas masuk pusat perbelanjaan, takut kehabisan makanan keesokan harinya.

Di toko langganannya, Wu Tianlin berbincang dengan para pegawai, saling berbagi pengalaman “perang” yang tak terlupakan. Di mata mereka tampak emosi campur aduk yang sulit diungkapkan. Setelah melewati semua itu, Wu Tianlin hanya punya satu kalimat: “Perdamaian itu tak ternilai.”

Beredar kabar di internet bahwa layanan pengantaran bahan segar di Dubai mengalami keterlambatan parah akibat lonjakan pesanan. Media Uni Emirat Arab The National mengonfirmasi terjadinya gelombang penimbunan di supermarket. Para peritel terus menenangkan publik bahwa rantai pasok aman.

Pengusaha Taiwan Wu Tien-lin, yang berbasis di Dubai, mengunjungi sebuah pusat perbelanjaan lokal sehari setelah dimulainya konflik AS-Iran pada 28 Februari. Ia mengamati bahwa meskipun keramaian pagi di supermarket Carrefour tampak normal, pembelian panik telah terjadi di jalan-jalan Dubai pada siang hari. (Foto disediakan oleh Wu Tien-lin/CNA)

CEO jaringan supermarket Spinneys, Warwick Gird, menyerukan melalui media: “Belilah secukupnya, tidak perlu menimbun.” Namun kepanikan di kalangan warga tampaknya sudah terlanjur menyebar.

Pemerintah UEA juga mengumumkan pada 1 Maret agar karyawan sektor swasta bekerja dari rumah dan menghindari aktivitas luar ruangan.

Wu Tianlin mengatakan ia tidak punya waktu untuk takut. Sebagai pimpinan perusahaan, pada hari itu juga ia segera melaporkan kondisi setempat ke kantor pusat di Taiwan, mengkoordinasikan kerja jarak jauh, serta menenangkan klien dan pemasok. Ia juga menghubungkan komunitas warga Taiwan di Dubai dengan kantor perwakilan Taiwan, menjaga jalur komunikasi tetap terbuka.

“Arus informasi itu sendiri memberi rasa aman,” kata Wu Tianlin.

Setelah melewati hari pertama di “lokasi perang”, ia menyemangati dirinya untuk bersiap menghadapi lingkungan yang sulit diprediksi. Ia menyadari bahwa kembali ke hal-hal paling sederhana—makan dengan baik, tidur cukup, menjaga stamina, memastikan listrik dan persediaan makanan—adalah dasar untuk bertahan dalam ketidakpastian jangka panjang.

“Tindakan ini terlihat biasa, tapi hanya dengan menenangkan diri sendiri, kita bisa menenangkan orang lain,” ujarnya dengan nada tenang, membagikan filosofi bertahan hidup warga sipil di masa perang.

Menjaga napas tetap stabil adalah cara terbaik melawan guncangan.

Berapa lama perang AS–Iran akan berlangsung? Tidak ada yang tahu. Namun Wu Tianlin menatap langit di luar jendelanya dan berkata dengan tegas: “Pelajaran sejarah bagi saya bukan soal memprediksi dengan tepat, melainkan soal ‘bertahan cukup lama’.”

Dikutip dari CNA / Editor Lu Yongxin – NTDTV.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Meski Kehilangan Istri, Haji Suryo Tanggung Penuh Biaya dan Sekolah Korban Kecelakaan
• 11 jam lalusuara.com
thumb
Momen Prabowo Makan Malam Kebangsaan Bersama Mantan Presiden dan Ketum Parpol
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
Wali Kota Makassar Imbau Warga Laporkan Rumah Kosong untuk Antisipasi Kejahatan Saat Mudik Lebaran 2026
• 15 jam laluharianfajar
thumb
Harga Batu Bara & Gas Melejit Usai LNG Qatar Lumpuh Akibat Perang Israel-Iran
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Anak Gajah Mati Terjerat, Pemilik Lahan di TN Tesso Nilo Ditetapkan Tersangka
• 19 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.