Setahun Ditahan, Kerugian Nikita Mirzani Disebut Tembus Rp200 Miliar

grid.id
4 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Sudah satu tahun Nikita Mirzani hingga kini masih berada di dalam tahanan. Hal tersebut berkaitan dengan kasus yang menyebut dirinya melakukan pemerasan yang bermula dari komunikasi dengan Reza Gladis selaku korban.

Selama satu tahun menjalani masa penahanan, Nikita disebut mengalami banyak kerugian. Tidak hanya secara materi, tetapi juga dari sisi pekerjaan dan peluang karier yang terhenti.

Kuasa hukum Nikita, Galih Rakasiwi, menyebut kerugian yang dialami kliennya ditaksir mencapai angka fantastis. Nilainya bahkan disebut bisa menembus lebih dari Rp200 miliar.

"Untuk total kerugian ya kalau dihitung luar biasa ya. Secara bukti-bukti yang kami hadirlan kemarin itu, pada saat pembuktian daripada para pengguggat itu ada beberapa penghasilan yang pernah disampaikan pleh rekan kami sebelumnya," ujarnya saat berada di Pengadilan Negeri, Jakarta Selatan pada Selasa (3/3/2026).

Galih menjelaskan bahwa angka tersebut bukan sekadar asumsi. Ia menegaskan pihaknya telah menghadirkan sejumlah bukti dalam persidangan.

"Untuk brand ambasador aja setahun 4 Milliar ya, belum yang hariannya, atau misalkan belum yang bulanannya. Ya kalau di total-total sampai dengan sekarang bisa lebih dari 200 Miliar," ungkapnya.

Menurutnya, penghasilan sebagai brand ambassador hanya salah satu sumber pemasukan Nikita. Masih ada kontrak harian maupun bulanan yang turut terhenti selama ia berada di tahanan.

"Untuk kerugian-kerugian tadi jika di taksir bisa jadi lebih dari 200 Miliar. Tapi kan kita fokus pada gugatan kita itu sesuai dengan apa yang kami gugat. Jadi istilahnya kami yang menggugat, kami yang membuktikan," tuturnya.

Ia menegaskan bahwa pihaknya memahami konsekuensi hukum dari gugatan tersebut. Karena itu, seluruh klaim kerugian disertai dengan bukti yang dianggap relevan.

"Kami kerugiannya 200 Miliar ya kami buktikan. 200 Miliar itu apa buktinya? Ya itu bukti-bukti kemarin, brand ambasador, terus endorse, dan lain sebagainya," katanya.

Galih juga menyoroti nilai waktu kerja kliennya yang menurutnya sangat berharga. Bahkan pekerjaan berdurasi singkat pun memiliki nilai ekonomi yang besar.

 

"Walaupun dia ada pekerjaan 1 jam, itu kan berharga bagi beliau. Nah yang perlu saya garis bawahi yang dirugikan disini sebenarnya tuh siapa," jelasnya.

Ia kemudian menanggapi klaim pihak Reza Glasys yang menyebut mengalami kerugian jauh lebih besar. Pernyataan tersebut dinilai perlu dibuktikan secara konkret di pengadilan.

"Merekan kan recompense katanya rugi, rugi sampai dengan 300 Miliar. Buktikan dong 300 miliar itu," lanjutnya.

Galih menekankan bahwa fakta yang terlihat saat ini justru menunjukkan kliennya berada dalam posisi dirugikan. Kondisi penahanan membuat Nikita tidak dapat menjalankan aktivitas profesionalnya.

"Nah sementara yang dirugikan disini kan klien kami, sudah jelaskan. Masyarakat Indonesia juga sudah liat, klien kami sekarang ini kan ada ditahanan," ucapnya.

Ia menyebut kerugian bukan hanya soal angka besar, tetapi juga potensi penghasilan yang hilang setiap hari. Menurutnya, publik dapat menilai sendiri besarnya dampak tersebut.

"Rugi tidak bisa menghasilkan, jika dinilai dengan penghasilannya sehari saja kan luar biasa. Itu bisa dinilai masing-masing aja seperti itu," pungkasnya. (*)

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemprov DKI Akan Bangun Museum Peranakan Tionghoa di Glodok
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Jangan Habis Seketika, Ini Cara Mengelola THR Agar Lebih Produktif
• 11 jam lalumedcom.id
thumb
Pakai obat tetes mata atau inhaler saat puasa, apakah membatalkan?
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Bahlil Tegaskan Pertalite Tetap Rp10.000 per Liter Meski Harga Minyak Dunia Melonjak
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Video: BI Waspada Lonjakan Inflasi Akibat Kenaikan Harga Minyak
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.