Bahlil Tegaskan Pertalite Tetap Rp10.000 per Liter Meski Harga Minyak Dunia Melonjak

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bahlil memastikan hingga rapat terakhir pemerintah belum ada pembahasan terkait penyesuaian harga BBM.

Bahlil Tegaskan Pertalite Tetap Rp10.000 per Liter Meski Harga Minyak Dunia Melonjak. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara terkait kemungkinan perubahan harga BBM subsidi di tengah lonjakan harga minyak dunia.

Dia memastikan hingga rapat terakhir pemerintah belum ada pembahasan terkait penyesuaian harga BBM.

Baca Juga:
Tak Ada Penyesuaian, Harga BBM Stabil di Awal Pekan

"Sampai dengan kami rapat tadi, belum ada. Jadi aman-aman saja, Hari Raya yang baik, puasa yang baik, insyaallah belum ada kenaikan harga BBM," tuturnya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Bahlil menjelaskan bahwa khusus harga BBM subsidi seperti pertalite dan solar, fluktuasi harga minyak mentah dunia akan ditanggung oleh Negara. Sehingga harga pasaran untuk pertalite akan tetap dijaga Rp10.000/liter, dan solar Rp6.800/liter. 

Baca Juga:
Bahlil Alihkan Impor Minyak dan BBM dari Timur Tengah ke AS Imbas Penutupan Selat Hormuz

"Kalau harga yang disubsidi, yang bensin, pertalite, itu mau naik berapa pun tetap harganya sama. Sebelum ada perubahan dari pemerintah," ujarnya.

Dengan demikian, meskipun konflik Amerika Serikat (AS)-Iran dan penutupan Selat Hormuz mendorong kenaikan harga minyak mentah global, pemerintah memastikan harga BBM subsidi di dalam negeri masih tetap dan belum ada rencana penyesuaian dalam waktu dekat.

Baca Juga:
DEN Khawatir Perang Iran-Israel Berkepanjangan Dorong Lonjakan Harga BBM

Di sisi lain, dia memproyeksikan dampak eskalasi perang antara Amerika Serikat dan Iran akan membuat harga BBM non-subsidi di dalam negeri berfluktuasi. Itu lantaran mekanisme harga BBM non-subsidi mengikuti dinamika pasar global.

"Tetapi kalau untuk non-subsidi, artinya harga pasar, dia akan fluktuasi berdasarkan dinamika harga pasar yang ada, yang sudah terjadi sebelumnya. Kan itu sudah terjadi, bukan baru sekarang," kata Bahlil.

Ia menambahkan, mekanisme tersebut sudah diatur dalam peraturan menteri sejak 2022, sehingga penyesuaian harga BBM non-subsidi bukan merupakan kebijakan baru.

"Bahwa harga itu bisa, kalau yang non-subsidi itu bisa terjadi dinamika," ujarnya.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IRGC: Lebih 650 Personel Militer AS Meninggal dan Terluka Dalam Operasi Balasan Iran
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Jaga Pertumbuhan Berkelanjutan, Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Observatorium Bosscha Amati Gerhana Bulan Total, Akan Siarkan Secara Live
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Ditantang Debat Natalius Pigai, Guru Besar UGM Tak Mau Kalah: Saya 3 Tahun Peneliti dan Kuliah A2 Hukum HAM di Amerika
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
KemenPPPA Apresiasi Sikap Tegas Erick Thohir, Dorong Pencegahan Kekerasan Seksual di Lingkungan Olahraga
• 12 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.