Penulis: Indra Wijaya
TVRINews, Badung
Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai memastikan layanan penerbangan tetap berjalan normal di tengah penutupan sejumlah ruang udara di kawasan Timur Tengah akibat eskalasi konflik Iran. Meski operasional bandara secara umum tidak terganggu, sejumlah penerbangan internasional dari dan menuju Bali terpaksa dibatalkan maupun disesuaikan jadwalnya.
Pihak pengelola bandara menyatakan terus melakukan pembaruan informasi penerbangan secara berkala serta berkoordinasi intensif dengan maskapai, otoritas navigasi penerbangan, dan aparat keamanan guna memastikan keselamatan serta kenyamanan penumpang tetap terjaga.
Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, menegaskan bahwa langkah antisipatif telah disiapkan sejak awal adanya pemberitahuan penutupan ruang udara di beberapa negara kawasan Timur Tengah.
“Kami memastikan operasional bandara tetap berjalan normal. Koordinasi intensif dilakukan bersama maskapai dan stakeholder terkait untuk penanganan penerbangan serta pelayanan kepada penumpang terdampak sesuai prosedur,” ujarnya.
Berdasarkan data operasional Bandara Ngurah Rai mencatat hingga Senin, 2 Maret 2026 pukul 13.00 WITA, terdapat sedikitnya 15 penerbangan internasional yang dibatalkan. Rinciannya terdiri dari delapan penerbangan keberangkatan dan tujuh penerbangan kedatangan.
Maskapai yang terdampak antara lain Emirates dengan rute Denpasar–Dubai, Etihad Airways dengan rute Denpasar–Abu Dhabi, Qatar Airways dengan rute Denpasar–Doha. Total penumpang yang terdampak pembatalan dan penyesuaian jadwal tersebut mencapai 3.197 orang.
Penutupan ruang udara di sejumlah wilayah Timur Tengah dilakukan sebagai respons atas meningkatnya ketegangan dan konflik bersenjata yang melibatkan Iran dan beberapa negara di kawasan tersebut. Kebijakan ini berdampak pada rute-rute penerbangan jarak jauh yang melintasi wilayah udara Timur Tengah, termasuk penerbangan dari dan menuju Indonesia.
Dalam industri penerbangan internasional, keselamatan penerbangan menjadi prioritas utama. Maskapai biasanya akan menghindari wilayah udara yang dinilai berisiko tinggi dan memilih pembatalan atau pengalihan rute (re-routing) meski berdampak pada jadwal dan biaya operasional.
Help Desk dan Parking Stand Khusus Disiapkan
Sebagai langkah mitigasi, pengelola bandara menyiapkan layanan help desk di lantai 2 Terminal Keberangkatan Internasional untuk memberikan informasi dan asistensi kepada penumpang terdampak. Selain itu, layanan contact center melalui nomor 172 juga diaktifkan untuk memudahkan akses informasi.
Tak hanya itu, pihak bandara juga menyediakan lima parking stand khusus bagi pesawat dari tiga maskapai yang terdampak. Fasilitas ini disiapkan guna mengantisipasi pesawat yang harus menunggu kepastian jadwal terbang atau penyesuaian rute.
Pengelola bandara menegaskan bahwa penanganan penumpang sepenuhnya mengikuti kebijakan masing-masing maskapai, termasuk opsi pengembalian dana (refund), penjadwalan ulang (reschedule), maupun pengalihan rute sesuai regulasi internasional.
Pariwisata Bali Tetap Kondusif
Sebagai pintu gerbang utama pariwisata Bali, Bandara Ngurah Rai memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas wisatawan mancanegara. Pada periode normal, bandara ini melayani puluhan ribu penumpang per hari dengan rute internasional yang didominasi kawasan Asia Pasifik, Australia, dan Timur Tengah.
Pihak bandara memastikan bahwa gangguan penerbangan kali ini bersifat terbatas pada rute tertentu dan tidak memengaruhi keseluruhan aktivitas penerbangan domestik maupun internasional lainnya.
Masyarakat dan calon penumpang diimbau untuk secara berkala memeriksa status penerbangan melalui maskapai masing-masing atau kanal resmi bandara guna menghindari kesalahan informasi.
Dengan koordinasi lintas instansi dan kesiapan fasilitas pendukung, Bandara Ngurah Rai menegaskan komitmennya menjaga kelancaran operasional sekaligus memastikan keselamatan dan kenyamanan seluruh pengguna jasa penerbangan di tengah dinamika geopolitik global.
Editor: Redaksi TVRINews





