Langit di wilayah Palestina yang diduduki Israel didominasi rentetan rudal Iran pada, Selasa (3/3/2026), berdasarkan rekaman yang dirilis sejumlah media Palestina dan regional.
Terkait hal ini, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyatakan telah meluncurkan gelombang serangan rudal besar-besaran yang menargetkan posisi Israel di wilayah pendudukan, serta pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan.
Melansir kantor berita Tasnim, serangan tersebut merupakan bagian dari operasi balasan bertajuk “True Promise 4” yang dimulai sejak, Sabtu (28/2/2026), dan masih berlangsung hingga kini.
Sementara menurut laporan kantor berita Rusia, Sputnik, sistem pertahanan udara Zionis Israel dinilai tidak efektif dalam menghadapi serangan rudal Iran.
Dalam laporannya, Sputnik menyebut infrastruktur pertahanan Israel gagal mencegat atau menetralisasi rudal-rudal yang diluncurkan Iran. Sejumlah foto dan video yang beredar menunjukkan proyektil Iran menembus beberapa lapisan pertahanan udara dan menghantam target yang dituju.
Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naeini Juru Bicara IRGC, mengatakan respons militer Iran pada hari pertama dan kedua perang saat ini lebih kuat dan lebih menghancurkan dibanding konflik 12 hari pada Juni 2025.
Ia juga menyebut rudal yang digunakan dalam operasi kali ini telah ditingkatkan dan lebih canggih dibandingkan persenjataan yang digunakan tahun lalu.
Menurut Naeini, jumlah rudal yang berhasil mengenai sasaran melampaui ekspektasi musuh dan mengejutkan mereka. Ia memperingatkan bahwa serangan Iran akan terus berlanjut.
“Musuh harus mengharapkan serangan berkelanjutan dari Iran,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa tekanan terhadap AS dan Israel akan semakin meningkat dari waktu ke waktu.
Adapun operasi ini dilancarkan sebagai respons atas serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Israel ke wilayah Iran yang membuat Ali Khamenei Pemimpin Tertinggi negara itu beserta, serta sejumlah pejabat militer senior dan warga sipil meninggal.
Salah satu pemicu utama respons Iran adalah serangan mematikan terhadap sebuah sekolah dasar perempuan di Minab yang disebut membuat sekitar 170 siswa dan guru meninggal.
Eskalasi konflik ini terjadi saat perundingan tidak langsung mengenai program nuklir antara Teheran dan Washington yang dimediasi Oman masih berlangsung. Namun pada Sabtu pagi, 28 Februari, AS dan Israel tanpa alasan justru melancarkan serangan ke Iran.
Sebagai balasan atas serangan tersebut, Iran mengaktifkan Operasi “True Promise 4” dengan serangan rudal dan drone besar-besaran ke target Israel dan pangkalan militer AS di kawasan.
Konflik yang terus meningkat ini memicu kekhawatiran akan meluasnya perang terbuka di Timur Tengah dengan dampak signifikan terhadap stabilitas kawasan dan keamanan global. (bil/faz)




