Pemerintah Tempuh Diplomasi Keluarkan 2 Kapal Tanker Pertamina dari Selat Hormuz

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suara terkait dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang terjebak di kawasan Teluk Persia akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, persoalan tersebut telah dibahas bersama Pertamina dalam rapat koordinasi. Pemerintah tengah mengupayakan langkah diplomasi agar kedua kapal dapat segera keluar dari area terdampak.

“Menyangkut dengan dua kapal yang dari Selat Hormuz yang sekarang lagi balik, tadi juga dibahas oleh Pertamina. Kita lagi upaya diplomasi agar ada cara yang lebih baik untuk mereka bisa dikeluarkan,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di ESDM, Selasa (3/3/2026).

Menurut dia, jalur pelayaran di sekitar Selat Hormuz memang mengalami gangguan akibat dinamika konflik di kawasan tersebut. Kondisi ini berdampak pada arus distribusi minyak mentah dan produk energi global, termasuk pengiriman yang menuju Indonesia.

Meski demikian, Bahlil menegaskan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif jika kedua kapal tersebut tidak dapat segera keluar. Salah satunya dengan mengamankan pasokan minyak mentah (crude) dari sumber alternatif di luar kawasan terdampak.

“Kalaupun tidak bisa dikeluarkan, kita sudah cari alternatif sumber crude dari yang lain dan sudah dapat,” tuturnya.

Baca Juga

  • Perang Iran-Israel, 2 Kapal Tanker Pertamina Terjebak di Area Teluk
  • Selat Hormuz Memanas, Puluhan Kapal Tanker Minyak Terjebak di Teluk Persia
  • Belasan Kapal Tanker LNG Ubah Rute Hindari Selat Hormuz

Dia memastikan kondisi tersebut tidak akan mengganggu pasokan energi dalam negeri secara signifikan. Pemerintah telah melakukan diversifikasi sumber impor sehingga ketergantungan terhadap satu kawasan dapat diminimalkan.

Bahlil menilai situasi ini memang menjadi tantangan. Namun, bukan persoalan krusial yang mengancam ketahanan energi nasional. Pemerintah tetap fokus menjaga stabilitas pasokan dan memastikan kebutuhan dalam negeri terpenuhi.

“Jadi itu problem, tapi bukan sesuatu yang sangat penting,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) tengah berada di area Teluk Arab atau Persia saat terjadinya serangan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026). 

Pada Minggu (1/3/2026), Pertamina melaporkan dua kapal miliknya yang masih berada di dalam area teluk yakni Pertamina Pride dengan Ship Management dari NYK dan kapal Gamsunoro yang saat ini dikelola oleh Synergy Ship Management. 

Kapal Gamsunoro tepatnya tengah berada di Khor al Zubair, Irak, sementara kapal Pertamina Pride tengah melakukan proses loading di Ras Tanura, Provinsi Timur Arab Saudi.

Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita mengatakan bahwa perseroan tengah berupaya mengevakuasi kedua kapal tersebut dari area teluk.

“Kedua kapal kami upayakan bisa segera keluar dari area teluk. Saat ini, tim armada kami tengah menjalin komunikasi intens dengan pihak pengelola untuk koordinasi dan memastikan keselamatan para kru dan kapal,” ujar Vega melalui siaran pers, dikutip Senin (2/3/2026). 

Selain kedua kapal tersebut, kapal lain yang tengah berada di Timur Tengah adalah kapal PIS Rinjani yang sedang berada di Anchor-Khor Fakkan, Uni Emirat Arab dan kapal PIS Paragon yang berada di Oman.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Selain di Jakarta, KPK Juga Lakukan Pemeriksaan di Pekalongan Buntut OTT Fadia Arafiq
• 8 jam laluokezone.com
thumb
Lapangan Padel di Jakarta Barat Disegel, Ini Alasannya
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Sopir Truk yang Terlibat Kecelakaan Beruntun di Exit Tol Bawen Diamankan
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Asuransi Central Asia (ACA) Raup Premi Kendaraan Bermotor Rp1,1 Triliun per 2025
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
BREAKING NEWS : KPK Tangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam OTT di Jawa Tengah
• 15 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.