Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Hitungan mundur 100 hari menuju Piala Dunia FIFA 2026 semakin memanaskan atmosfer sepak bola dunia. Turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada itu disambut antusiasme luar biasa, meski dibayangi harga tiket yang tinggi dan situasi geopolitik yang tidak stabil.
Minat publik terhadap tiket disebut mencapai titik tertinggi. FIFA menyatakan hampir 2 juta tiket telah terjual dalam dua fase penjualan awal. Permintaan bahkan dilaporkan melebihi kuota hingga lebih dari 30 kali lipat.
Namun, euforia tersebut diiringi keluhan soal harga. Tiket pertandingan pembuka dibanderol hampir 900 dolar AS, sedangkan tiket final bisa melampaui 8.000 dolar AS. Untuk kategori termurah di partai puncak, harga mulai dari 2.000 dolar AS, sementara kursi terbaik mencapai 8.680 dolar AS.
Di pasar penjualan ulang resmi FIFA, lonjakan harga lebih mencolok. Satu tiket kategori tiga untuk final di New Jersey pada 19 Juli terpantau ditawarkan hingga 143.750 dolar AS, atau lebih dari 40 kali harga aslinya.
Antusiasme tinggi itu muncul di tengah ketegangan global. Perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran menjadi salah satu faktor yang memicu kekhawatiran, mengingat Iran dijadwalkan memainkan laga fase grup di Amerika Serikat.
Selain itu, kebijakan imigrasi yang ketat di AS serta insiden kekerasan di dekat Guadalajara, Meksiko, turut menjadi perhatian.
“Saya khawatir mungkin tidak diizinkan masuk ke negara itu. Saya memutuskan mungkin hanya terbang ke Kanada, bukan ke AS,” ujar penggemar sepak bola asal Jerman, Tom Roeder yang dikutip tvrinews.com dari Al Jazeera, Selasa, 3 Maret 2026.
Ia berharap konflik dengan Iran tidak meluas hingga Amerika Utara dan berdampak langsung pada penonton.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menegaskan tidak ada risiko bagi penggemar yang datang ke negaranya. Sementara itu, kelompok suporter dari Spanyol menyebut kekhawatiran memang ada, tetapi tidak sampai membatalkan rencana pembelian tiket.
Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi terbesar dengan 48 negara dan 16 kota tuan rumah di tiga negara. Skala tersebut membuat biaya perjalanan semakin besar, terutama bagi suporter yang ingin mengikuti timnya berpindah kota atau negara.
Michael Edgley dari Green and Gold Army Travel menyebut permintaan untuk edisi 2026 sebagai yang terkuat yang pernah dialami.
Ia memprediksi turnamen ini akan mencetak rekor pendapatan.
FIFA menegaskan model penjualan tiketnya berbeda dari pasar pihak ketiga yang berorientasi keuntungan.
Organisasi itu menyatakan lebih dari 90 persen anggaran periode 2023–2026 akan diinvestasikan kembali untuk pengembangan sepak bola global.
Meski demikian, sejumlah asosiasi suporter menilai lonjakan harga terlalu tinggi. Wakil Presiden Les Baroudeurs du Sport Mehdi Salem menyebut kenaikan harga lebih dari 200 persen dibanding proyeksi sebelumnya.
Dari sekitar 400 anggota asosiasi tersebut, hanya sekitar 100 orang yang diperkirakan akan hadir di turnamen.
“Kami merasa Piala Dunia ini mungkin bukan benar-benar Piala Dunia untuk rakyat, tetapi lebih bersifat elitis,” ucap Salem.
Di Indonesia, TVRI resmi menjadi pemegang hak siar Piala Dunia 2026. Lembaga Penyiaran Publik itu akan menayangkan total 104 pertandingan secara langsung melalui dua kanal digital, yakni TVRI Nasional dan TVRI Sport.
TVRI menerapkan dua pola siaran, yaitu simulcast dengan pertandingan yang sama di kedua kanal, serta siaran berbeda secara bersamaan, khususnya pada laga terakhir fase grup ketika pertandingan digelar serentak.
Siaran akan dimulai pukul 23.00 hingga 11.00 WIB. Masyarakat dapat menyaksikan pertandingan menggunakan antena UHF biasa dengan mengarahkan ke pemancar TVRI terdekat.
Pemirsa juga perlu memastikan televisi telah mendukung siaran digital atau menggunakan set top box untuk perangkat analog, kemudian melakukan pemindaian ulang saluran.
Selain siaran televisi, TVRI juga akan menggelar nonton bareng di sejumlah daerah dengan melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi lokal.
100 hari menjelang sepak mula, Piala Dunia 2026 memang menjanjikan kemegahan dan rekor finansial. Namun di balik gemerlap itu, harga tiket dan dinamika global menjadi tantangan tersendiri bagi para penggemar yang ingin menjadi bagian dari sejarah.
Editor: Redaksi TVRINews





