Gerimis Tak Surutkan Antusiasme Warga Saksikan Gerhana Bulan Total di Planetarium Jakarta

kompas.com
17 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Cuaca gerimis yang mengguyur kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2026) malam, tidak menyurutkan antusiasme puluhan warga untuk menyaksikan fenomena gerhana bulan total di Planetarium Jakarta, Kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM).

Sejak sore hari, warga dari berbagai wilayah Jakarta sudah memadati halaman Planetarium dan mengantre di depan teropong yang disediakan panitia untuk pengamatan.

Rata-rata pengunjung yang datang merupakan orangtua yang mengajak anak-anak mereka, serta pelajar dari sejumlah SMA di Jakarta.

Baca juga: Apakah Gerhana Bulan Bisa Dilihat dengan Mata Telanjang? Ini Kata BMKG

Salah satunya Anita (32), warga Koja, Jakarta Utara, yang datang untuk mengantar putranya, Habibi (5), melihat gerhana bulan total.

"Sudah sampai sini jam 16.30 WIB tadi. Kebetulan anak saya sangat tertarik sama astronomi ya, jadi kami memang mantau Instagram-nya Planetarium buat cari informasi pengamatan gerhana," jelas Anita.

Namun, pengamatan pada Selasa malam terkendala cuaca mendung dan gerimis.

Akibatnya, Habibi belum dapat menyaksikan gerhana secara jelas melalui teropong dan hanya melihat pepohonan yang tertangkap lensa.

Meski demikian, Anita memilih tetap bertahan sambil menunggu cuaca membaik.

"Karena anak saya masih penasaran, saya tetap menunggu sampai nanti," tutur Anita.

Sementara itu, Kesya (17), siswa SMAN 30 Jakarta, juga memilih menunggu kondisi langit lebih cerah. Ia mengaku sempat melihat kondisi bulan melalui teleskop pada Selasa sore selepas maghrib, meski hasilnya belum maksimal.

"Samar sih karena mendung banget. Tadi dibantu teleskop juga, awalnya lumayan jelas tapi lama-lama samar," ujar Kesya.

Baca juga: Kenapa Bulan Jadi Merah Saat Gerhana? Simak Penjelasan BMKG

Enam teropong disiapkan

Untuk mendukung kegiatan pengamatan gerhana bulan total, Planetarium Jakarta menyiapkan enam teropong refraktor yang dapat digunakan warga.

Seluruh teropong ditempatkan di halaman Planetarium dan dipandu oleh petugas serta relawan dari Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ).

Ketua HAAJ, Muhammad Rezky, menjelaskan empat dari enam teropong difokuskan untuk mengamati gerhana bulan, sementara dua lainnya diarahkan untuk pengamatan planet Jupiter.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Jadi malam ini tidak hanya bulan yang gerhana yang kelihatan, tapi juga ada Jupiter di atas. Jadi sambil menunggu bulannya muncul, teman-teman dari pengunjung sudah melihat Jupiter," kata Rezky.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Haka Auto Targetkan Sumbang 20% Penjualan BYD di Indonesia
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
Jadwal One Way, Contra Flow dan Ganjil Genap di Ruas Tol Utama saat Mudik Lebaran 2026
• 20 jam laluliputan6.com
thumb
Mitigasi Risiko Perang Timur Tengah
• 7 jam laluharianfajar
thumb
KPK Umumkan Status Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Hari Ini
• 3 jam laluliputan6.com
thumb
Imsak Jogja Hari Ini 4 Maret 2026, Adzan Subuh Jam Berapa? Cek Jadwalnya
• 11 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.