REPUBLIKA.CO.ID, Fenomena gerhana bulan total kembali menyapa langit Indonesia pada Selasa (3/3/2026).
Peristiwa astronomi ini dapat disaksikan di berbagai wilayah Tanah Air tanpa menggunakan alat bantu khusus, selama kondisi cuaca cerah.
Fase awal gerhana dimulai pada sore hingga malam hari waktu Indonesia. Puncak gerhana terjadi saat Bulan sepenuhnya tertutup bayangan Bumi dan menampilkan warna merah tembaga yang khas.
Durasi total fenomena ini berlangsung selama beberapa jam, sehingga masyarakat memiliki waktu cukup panjang untuk mengamatinya.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Di sejumlah daerah seperti Makassar, Jakarta, Surabaya, hingga Medan, warga terlihat antusias menyaksikan momen langka tersebut dari halaman rumah, masjid, hingga ruang terbuka publik.