Iran Tegaskan Perang Akan Berakhir Ketika AS dan Israel Setop Agresi

viva.co.id
17 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Iran menegaskan bahwa perang yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel akan berakhir "ketika agresi berhenti"

Berbicara kepada para wartawan, Selasa, 3 Maret 2026, di sebuah sekolah dasar yang terkena serangan AS-Israel di Teheran, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei mengatakan perang tersebut “tidak dimulai oleh Iran, yang memilih diplomasi.”

Baca Juga :
Pertamina Buka Suara soal Nasib Harga BBM Non-subsidi Imbas Perang Iran-AS
Pemuda Masjid Dunia Kecam Serangan AS yang Tewaskan Ali Khamenei: Cederai Nilai Kemanusiaan!

AS dan Israel meluncurkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada Sabtu (28/2), menewaskan hampir 800 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan para pejabat tinggi militer, menurut data Iran.

Serangan itu terjadi beberapa hari setelah AS dan Iran menggelar putaran ketiga perundingan nuklir tidak langsung dengan mediasi Oman.

Lebih lanjut, Baghaei mengatakan banyak orang di dalam Iran menentang perundingan dengan AS, mengingat pengalaman sebelumnya ketika Israel dan AS menyerang negara tersebut pada Juni lalu.

Juru bicara itu menyerukan Dewan Keamanan PBB dan komunitas internasional untuk campur tangan “sebelum perang meluas ke tempat lain.”

Iran telah "bersumpah untuk bertempur dengan seluruh kekuatan kami dalam pertempuran ini," katanya, seraya menambahkan bahwa perhatian utama saat ini difokuskan pada mempertahankan negara dari serangan.

"Kami telah menerima banyak pesan yang saling bertentangan dan menyesatkan selama satu setengah tahun terakhir. Sekarang adalah waktu untuk berperang dan membela tanah air. Apa pun yang mengalihkan perhatian kami harus disingkirkan," tegasnya

Baghaei turut menggarisbawahi bahwa Iran berulang kali memperingatkan tentang "sikap tidak bertindak dan acuh tak acuh" komunitas internasional terhadap pelanggaran hukum.

Dirinya menyampaikan bahwa dunia menyaksikan genosida dan tidak mengambil tindakan, dunia juga melihat agresi terhadap negara-negara tetangga dan tidak memberi tanggapan.

"Kami telah berulang kali berseru dan memperingatkan bahwa jika dunia — terutama negara-negara yang mengklaim menjunjung tinggi supremasi hukum dan telah memainkan peran mendasar dalam membentuk sistem norma internasional serta Piagam PBB 00 tidak bertindak, api pelanggaran hukum dan pemberontakan akan melanda semua negara," ujarnya.

Sejauh ini Iran telah meluncurkan 15 gelombang serangan rudal dan drone ke Israel serta aset-aset AS di kawasan, termasuk di Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, Yordania, Irak, Kuwait, dan Arab Saudi. Banyak dari negara-negara tersebut mengecam serangan Iran sebagai tindakan yang tidak dapat dibenarkan.

Baca Juga :
Momen Penuh Emosional dalam Pemakaman Massal 165 Siswi Iran yang Tewas dalam Serangan Israel-AS
Komisi XII DPR Soroti Penutupan Selat Hormuz, Waspadai Lonjakan Harga Minyak Dunia
PKB Temui Dubes Iran Sampaikan Duka Cita Mendalam: Sebagai Bentuk Moral Support

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dampak Perang Iran vs AS-Israel Meluas, UEA hingga Yordania Ikut Terdampak Konflik
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Perut Buncit dan Tensi Tinggi Waspadai Risiko Stroke Sejak Dini
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Perang Timteng Chaos, China Langsung Tutup Bisnis di Negara Arab
• 17 menit lalucnbcindonesia.com
thumb
Indonesia Serukan Iran-Amerika dan Israel Kembali ke Meja Perundingan Akhiri Perang
• 16 jam laluliputan6.com
thumb
Identitas Terungkap! Inilah Sosok Korban Tewas dalam Kebakaran Hebat Paduppa Resort Bira Bulukumba, Namanya Muklis
• 22 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.