Bukan Sekadar Jalur Minyak, Mengenal Lebih Dekat Selat Hormuz yang Kini Ditutup Iran

viva.co.id
16 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Selama ini Selat Hormuz dikenal sebagai salah satu jalur laut paling sensitif di dunia. Perairan sempit di kawasan Teluk itu menjadi tumpuan utama distribusi energi global. Namun eskalasi terbaru di Timur Tengah menunjukkan bahwa persoalan Selat Hormuz jauh melampaui urusan minyak semata. Ketika Iran menyatakan menutup jalur strategis tersebut usai serangan Amerika Serikat dan Israel, dampaknya langsung terasa luas.

Penutupan Selat Hormuz terjadi di tengah eskalasi konflik terbuka. Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC menyatakan langkah tersebut sebagai respons atas serangan yang menghantam sejumlah target di Iran, termasuk Teheran. Situasi ini sontak memicu kekhawatiran luas, karena Selat Hormuz adalah simpul vital perdagangan internasional yang tak mudah digantikan.

Baca Juga :
Netanyahu Sebut Perang Melawan Iran Demi Perdamaian di Timur Tengah
Iran Tegaskan Perang Akan Berakhir Ketika AS dan Israel Setop Agresi

Secara geografis, Selat Hormuz hanyalah perairan sempit yang memisahkan Iran dan Oman. Namun setiap harinya, sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia melewati jalur ini. Negara-negara produsen utama di kawasan Teluk sangat bergantung pada selat ini untuk menyalurkan energi ke pasar global, mulai dari Asia hingga Eropa.

Ketika Iran menutup selat tersebut untuk navigasi internasional, arus pengiriman energi langsung terganggu. Sejumlah kapal tanker dilaporkan rusak akibat serangan di sekitar perairan Hormuz, dan banyak operator kapal besar memilih menangguhkan pelayaran demi keselamatan awak dan aset mereka. Kondisi ini menciptakan ketidakpastian pasokan yang langsung terasa di pasar global.

Perang Iran dan AS-Israel juga Menyasar Data Center dan Kapal Tanker
Photo :
  • BRICS News
Efek Domino ke Ekonomi Global

Seperti dilansir Reuters dan Financial Times, dampak penutupan Selat Hormuz tak berhenti pada sektor energi. Gangguan distribusi minyak dan gas berpotensi mendorong lonjakan harga secara cepat. Situasi ini dapat memicu inflasi di banyak negara, terutama negara-negara pengimpor energi yang sangat sensitif terhadap kenaikan harga bahan bakar.

Selain itu, Selat Hormuz juga menjadi jalur penting bagi perdagangan barang non-energi dari negara-negara Teluk. Penutupan jalur ini berisiko menghambat pengiriman bahan pangan, produk industri, hingga komoditas strategis lainnya. Jika berlangsung lama, dunia berpotensi menghadapi kekacauan rantai pasok yang memperburuk tekanan ekonomi global.

Kartu Strategis Iran di Tengah Tekanan Barat
Baca Juga :
Pertamina Buka Suara soal Nasib Harga BBM Non-subsidi Imbas Perang Iran-AS
Pemuda Masjid Dunia Kecam Serangan AS yang Tewaskan Ali Khamenei: Cederai Nilai Kemanusiaan!
2 Kapalnya Masih di Selat Hormuz saat Perang Iran-AS, Pertamina Buka Suara

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHSG Turun 4%, BEI Ungkap Dampak Eskalasi Geopolitik di Timur Tengah
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Tua dan Muda di Malang Melihat Wayang Potehi Beraksi Kembali
• 6 jam lalukompas.id
thumb
Prediksi Liga Inggris Brighton vs Arsenal Live VIDIO Dini Hari Nanti: The Gunners Tanpa 3 Pilar Utama
• 4 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Bayi Dua Hari Ditemukan di Gerobak Nasi Uduk Pejaten, Surat Kakak: Ibu Sudah Meninggal
• 19 jam lalukompas.com
thumb
Sinopsis BERI CINTA WAKTU SCTV Episode 172, Hari Ini Selasa 3 MARET 2026: Konflik Trian dan Cahyadi Kian Memanas
• 20 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.