Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bicara soal komitmennya untuk melanjutkan berbagai program dan warisan kebijakan para gubernur Jakarta terdahulu. Dia mengulas mulai dari monorel hingga Jakarta International Stadium (JIS).
Pramono menyampaikan, kepemimpinannya tidak dimaksudkan untuk memulai Jakarta dari nol, melainkan meneruskan hal-hal baik yang telah dibangun para gubernur sebelumnya.
Advertisement
Hal ini disampaikan Pramono saat menghadiri perayaan Cap Go Meh di kawasan Pancoran, Chinatown Point Mall, Jakarta Barat, Selasa (3/3/2026). Dalam acara ini hadir sejumlah mantan Gubernur DKI Jakarta, mulai dari Sutiyoso, Fauzi Bowo (Foke), Anies Baswedan, hingga Mantan Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setiabudi.
“Ketika banyak orang menanya kepada saya, ‘Apa yang akan saya kerjakan?’, saya jawabnya sederhana, saya melanjutkan hal-hal baik dari gubernur-gubernur sebelumnya,” kata Pramono.
Di hadapan para mantan gubernur yang hadir, dia bahkan menyebut satu per satu program yang menurutnya menjadi legacy penting setiap periode kepemimpinan masing-masing gubernur di Jakarta.
Kepada Sutiyoso, Pramono mengatakan pihaknya tengah merapikan proyek monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan (Jaksel) yang lama mangkrak.
“Dari Bang Yos, monorelnya sudah rapi, Bang Yos. 109 monorel sudah kami rapikan jalannya, paling lama Juni akan selesai,” ujarnya.
Sementara kepada Fauzi Bowo (Foke), Pramono menyinggung pentingnya konsolidasi Majelis Kaum Betawi sebagai bagian dari penguatan identitas budaya Jakarta.
“Dari Bang Foke, saya hanya minta satu saja, MKB atau Majelis Kaum Betawi-nya segera rukun,” katanya.




